INDOSPORT.COM - Mantan WAGs Manchester City, Millie Savage menceritakan penderitaan yang dialaminya selama menjalin hubungan dengan John Stones.
Millie Savage adalah teman masa kecil John Stones. Keduanya bertemu di usia 14 tahun ketika menempuh pendidikan di sekolah yang sama.
Benih-benih asmara mulai tumbuh hingga akhirnya pada 2008, Millie dan John menjalin hubungan pacaran. Wanita asal Inggris itu selalu mendampingi John Stones dalam suka dan duka.
Kesuksesan mulai menghampiri John pada 2016. Saat itu ia direkrut Manchester City dari Everton. Sayangnya ketenaran membuat pemain berusia 26 tahun itu tidak bisa memegang komitmen untuk setia.
John Stone kemudian mulai berselingkuh dengan seorang wanita yang bekerja di sebuah event organizer bernama Jessica Peaty.
Millie Savage sejatinya tahu tentang perselingkuhan itu, namun ia mencoba untuk memaafkan John. Pada 2017 Millie dan John Stones dikaruniai seorang anak perempuan.
Man City defender John Stones dumped childhood sweetheart Millie Savage before starting a relationship with Olivia Naylor https://t.co/HIh2GwJfn6 pic.twitter.com/Hg9gwHOjTc
— Footy Corner (@footycor) June 9, 2019
Setahun kemudian WAGs Manchester City itu mendampingi kekasihnya untuk berlaga di Piala Dunia 2018 bersama Timnas Inggris.
Potret romantis mereka terpampang di media massa ketika Timnas Inggris berhasil menembuk babak semifinal. Sayangnya beberapa bulan setelah itu, Millie Savage dan John Stones memutuskan untuk berpisah.
"Bagi pemain sepak bola, aturan hidup normal menjadi kabur. Saya merasa terganggu oleh kekayaan dan kekuasaan John. Saya memberi dukungan di sepanjang kariernya dan mencoba untuk membuatnya tetap membumi," ujar Millie dilansir dari The Sun.
"Sampai suatu hari dia berkata 'Lihat Millie, aku sudah selesai. Aku tidak bahagia, aku merasa tidak bebas dan aku tidak mencintaimu lagi'. Saya tidak percaya dengan apa yang terjadi," sambungnya lagi.
Singkat cerita, John Stones meminta Millie Savage untuk keluar dari rumah. Pasalnya tempat itu mau ditinggali John dengan selingkuhannya.
Dalam situasi yang getir, Millie Savage mencoba untuk bertahan hidup dan menjadi ibu yang baik untuk putrinya. Millie kini merintis sejumlah bisnis untuk memulai hidup baru.