In-depth

Sejarah Titik Balik dan Pembuka Jalan AC Milan Menuju Scudetto ke-16

Minggu, 24 Januari 2021 08:05 WIB
Editor: Indra Citra Sena
© Guerin Sportivo
Momen dramatis dalam pertandingan Serie A Italia antara Bologna vs AC Milan, 24 Januari 1999. Copyright: © Guerin Sportivo
Momen dramatis dalam pertandingan Serie A Italia antara Bologna vs AC Milan, 24 Januari 1999.

INDOSPORT.COM - Serie A Italia 1998-1999 meninggalkan kesan tersendiri bagi Milanisti di seluruh penjuru dunia. Klub kesayangan mereka benar-benar harus berjuang menapaki jalan terjal menuju titel scudetto ke-16 sepanjang musim itu.

AC Milan bahkan sempat tercecer dari persaingan juara saat kompetisi menyelesaikan paruh pertama. Puncak klasemen bergantian ditempati oleh Fiorentina dan Lazio yang sudah saling sikut satu sama lain sejak awal musim.

Kebangkitan AC Milan terjadi tepat pada pertandingan perdana paruh kedua kompetisi alias pekan ke-18 kontra Bologna, 24 Januari 1999. Momen itu bisa dikatakan sebagai tanda-tanda I Rossoneri bakal meraih scudetto di garis finis Serie A Italia 1998-1999.

Bologna kala itu bukanlah tim lemah karena berhunikan pemain legendaris Italia, Giuseppe Signori. Striker yang punya keahlian melepas tendangan bebas mematikan ini termasuk salah satu predator terbaik Serie A Italia sepanjang masa.

Situasi sebelum laga itu juga menguntungkan Bologna mengingat mereka baru saja menekuk Inter Milan dua gol tanpa balas pada pekan ke-17. I Rosoblu alias Si Merah-Biru semakin di atas angin karena berstatus tuan rumah menghadapi AC Milan.

Benar saja, Bologna sukses menggetarkan gawang AC Milan melalui sepakan bebas bertenaga Signori dari jarak 25 meter pada menit ke-13. Kekuatan mental dan motivasi juara kubu tamu pun diuji dalam keadaan tertinggal seperti ini.

Andres ‘Guly’ Guglielminpietro menyamakan kedudukan berselang tujuh menit kemudian lewat sontekan ringan jarak dekat. Pemain berkebangsaan Argentina ini membelokkan arah tembakan kaki kiri Demetrio Albertini.

Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-42, Bologna kembali unggul berkat tendangan voli nan cantik Giuseppe Signori sedikit dari luar kotak penalti memaksimalkan kesalahan Guly dalam menyapu bola.

Dua kali tertinggal, dua kali pula AC Milan menyamakan kedudukan. Tembakan voli Leonardo membentur kaki Oscar Magoni sehingga mengecoh kiper Bologna, Francesco Antonioli, dan berakibat gol bunuh diri.

Ketika duel hampir dipastikan berakhir imbang, Bruno N’Gotty muncul sebagai penentu kemenangan AC Milan. Bek yang baru masuk menggantikan Massimo Ambrosini pada menit ke-85 ini mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas tidak langsung pada injury time.

Kemenangan ini mengembalikan AC Milan ke jalur persaingan juara Serie A Italia. Semangat pantang menyerah sampai detik penghabisan ditunjukkan selama sisa kompetisi, di mana I Rossoneri baru bisa menyalip perolehan poin Lazio di dua pekan pamungkas edisi 1998-1999. 

Sekadar mengingatkan, kepastian scudetto Serie A Italia 1998-1999 baru ketahuan di pekan pamungkas. AC Milan yang memetik kemenangan tipis 1-2 atas Perugia akhirnya mengunci titel juara, 23 Mei 1999.

"Kami layak mendapatkannya (scudetto). Saya mendedikasikan gelar ini untuk para pemain yang telah berjuang sekuat tenaga sepanjang musim," kata pelatih AC Milan kala itu, Alberto Zaccheroni, seperti dikutip dari Tabloid BOLA edisi 904 (Selasa, 25 Mei 1999).

Mereka memimpin satu poin di atas Lazio yang di saat bersamaan juga menang 2-1 atas Parma. Namun, hasil tersebut tak berpengaruh apa-apa mengingat sejak awal Gli Aquilotti alias Si Elang berharap AC Milan bermain imbang, bahkan kalah dari Perugia.

Susunan Pemain:

Bologna (4-4-2): 1-Antonioli; 23-Rinaldi, 13-Boselli, 24-Mangone, 6-Tarantino (11-Magoni 21'); 21-Binotto (4-Paganin 69'), 8-Ingesson, 30-Maini (16-Cappioli 69'), 18-Fontolan; 19-Andersson, 10-Signori
Cadangan: 9-Kolyvanov, 20-Simutenkov, 22-Brunner, 31-Lucic
Pelatih: Mazzone

AC Milan (3-4-3): 12-Abbiati; 26-Sala, 5-Costacurta, 3-Maldini; 24-Guly, 4-Albertini, 14-Ambrosini (25-N’ Gotty 85'), 17-Ziege; 18-Leonardo (23-Aliyu 76'), 20-Bierhoff, 30-Morfeo
Cadangan: 31-Frezzolini, 2-Ayala, 7-Ba, 8-Donadoni, 11-Ganz 
Pelatih: Zaccheroni

Stadion: Renato Dall'Ara (34.938)
Gol: Signori 13', 42'/Guly 20', Magoni 52' b.d., N'Gotty 90'
Wasit: Borriello
Kartu Kuning: Costacurta, Ziege, Sala, Albertini (M)
Kartu Merah: -