Liga Champions

Kisah AS Monaco dan FC Porto, 2 Underdog yang Menembus Final Liga Champions

Sabtu, 15 Mei 2021 07:05 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© http://im.rediff.com
AS Monaco vs Real Madrid dalam pertandingan babak 8 besar Liga Champions 2003/04. Copyright: © http://im.rediff.com
AS Monaco vs Real Madrid dalam pertandingan babak 8 besar Liga Champions 2003/04.
Kisah yang Mungkin Takkan Terulang Kembali

Saat itu, baik AS Monaco maupun FC Porto mampu masuk ke Liga Champions 2003/04 berdasarkan prestasi di kancah domestik.

AS Monaco masuk ke Liga Champions karena berstatus Runner Up Ligue 1 Prancis 2002/03. Sedangkan FC Porto berstatus juara Liga NOS Portugal 2002/03.

Saat masuk ke babak grup Liga Champions, AS Monaco dan FC Porto ditunggu lawan-lawan sulit. AS Monaco tergabung di grup C bersama Deportivo La Coruna, PSV Eindhoven dan AEK Athens.

Sedangkan FC Porto lebih sulit lagi karena berada di grup F bersama Real Madrid, Olympique Marseille dan Partizan Belgrade.

Ternyata bergabung di grup sulit membuat keduanya tak gentar. AS Monaco bahkan lolos ke 16 besar dengan status juara grup C. Sedangkan FC Porto lolos ke 16 besar dengan status Runner Up di belakang Real Madrid.

Di fase Knock Out ini, AS Monaco bertemu Lokomotiv Moscow dan berhasil lolos dengan agregat gol tandang 2-2. FC Porto malah lebih sial karena bertemu Manchester United dan ajaibnya berhasil lolos dengan agregat 3-2.

Di perempatfinal, giliran AS Monaco bertemu lawan sulit yakni Real Madrid. Namun, Les Rogue et Blanc berhasil ke semifinal lagi-lagi dengan kemenangan agregat yakni 5-5.

FC Porto mulai mendapat lawan sepadan di perempatfinal dengan menghadapi Olympique Lyon dan berhasil ke semifinal dengan skor agregat 4-2.

Di babak semifinal, AS Monaco berjumpa tim kaya baru, Chelsea dan mampu melaju ke final dengan agregat 5-3. Sedangkan FC Porto mendapat lawan Deportivo La Coruna dan berhasil ke final dengan agregat 1-0 saja.

Lolosnya AS Monaco dan FC Porto ke final membuat semua orang berdecak kagum. Jika dilihat dari lawan-lawannya, kedua tim bertemu tim tangguh sekelas Real Madrid, Manchester United, Chelsea, dan juga Deportivo La Coruna.

Final pun digelar Jerman pada 26 Mei 2004. Di babak final, secara tak terduga FC Porto berhasil membungkam AS Monaco dengan skor telak 3-0.

Tiga gol FC Porto dicetak oleh Carlos Alberto, Deco, dan Alenichev. Kemenangan ini pun membawa nama Jose Mourinho selaku pelatih melambung tinggi.

Gelar Liga Champions 2003/04 pun menjadi gelar keda FC Porto sejak tahun 1986/87 kala kompetisi masih bernama European Champions Club Cup atau European Cup.

Perjalanan keduanya pun menjadi sejarah manis di Liga Champions. Sebab, diyakini akan sulit bagi tim-tim Underdog mengikuti jejak keduanya di era sepak bola modern yang mengandalkan kekuatan  finansial.