Bola Internasional

Klarifikasi Bos Real Madrid soal Skandal Rekamannya : Ada yang Ingin Menjatuhkan ESL

Kamis, 15 Juli 2021 16:25 WIB
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Isman Fadil
© Burak Akbulut/Anadolu Agency via Getty Images
Florentino Perez, presiden Real Madrid saat duduk di kursi penonton Santiago Bernabeu Copyright: © Burak Akbulut/Anadolu Agency via Getty Images
Florentino Perez, presiden Real Madrid saat duduk di kursi penonton Santiago Bernabeu

INDOSPORT.COM - Presiden Real Madrid, Florentino Perez buka suara ikhwal skandal rekaman suaranya yang mengguncang publik.

Dalam klarifikasinya, Perez menuding nama salah seorang jurnalis yang disebutnya jadi aktor utama lantaran merekamnya diam diam.

"Kutipan itu berasal dari percakapan yang direkam secara sembunyi-sembunyi oleh Jose Antonio Abellan," kata Perez.

"Ia telah mencoba menjualnya selama bertahun-tahun tanpa hasil," imbuh Bos Real Madrid yang menukangi Los Blancos hingga 2025 itu.

Lebih dalam, Perez meyakini jika rekaman tersebut sengaja disebarluaskan ditengah kegetolnya memperjuangkan nasib European Super League (ESL).

Diketahui hingga saat ini, 3 klub termasuk Real Madrid masih kekeuh dengan pendapat mereka soal ESL.

Terlebih bagi Los Blancos, dimana Perez menjadi dedengkot dimulainya polemik yang sempat meruncingkan klonflik klub klub besar dengan UEFA itu.

"Itu adalah ungkapan dari percakapan yang diambil dari konteks luas di mana mereka terjadi," kata Perez.

"Bahwa mereka sedang disebarkan sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, saya mengerti bahwa itu karena partisipasi saya sebagai salah satu promotor Liga Super," tegasnya.

Dalam beberapa waktu kedepan, Perez tak akan tinggal diam dengan skandal yang membelitnya. Ia bersama pengacaranya mempertimbangkan untuk menuntut siapa yang terlibat dan membocorkan rekaman tersebut.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%