In-depth

Jadi Nakhoda Terburuk di Sejarah Chelsea, 6 Pelatih Liga 1 Ini Lebih 'Superior' Ketimbang Lampard

Jumat, 26 Mei 2023 21:30 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Prio Hari Kristanto
© Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll. Copyright: © Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll.
4. Thomas Doll (Persija Jakarta)

Saat Persija Jakarta memperkenalkan Thomas Doll sebagai head coach mereka di awal 2022/2023 lalu dengan kontrak tiga tahun dan target juara Liga 1, semua mata penikmat sepakbola tanah air langsung tertuju padanya.

Bagaimana tidak? Ia punya CV luar biasa mentereng untuk ukuran juru latih di Asia Tenggara dengan pernah menukangi Hamburger SV, Borussia Dortmund, Al Hilal, Hannover 96, dan juga APOEL Nicosia.

Kharismanya bisa membuat Persija banyak mendapatkan pemain asing level top seperti Hanno Behrens, Michael Krmencik, Ondrej Kudela, juga Yusuf Hellal. Sayangnya Macan Kemayoran cuma bisa jadi runner-up di bawah PSM Makassar.

Namun pembuktian Doll akan kualitasnya baru akan dimulai pada 2023/2024 mendatang. Dengan bekal masa adaptasi semusim, pria asa Jerman itu dipastkan akan lebih siap untk menghadapi Liga 1 di musim depan.

5. Leonardo Medina (Persis Solo)

Setelah awal musim yang buruk bersama Jackes F. Tiago, suporte Persis Solo setidaknya bisa menikmati akhir musim Liga 1 2022/2023 yang lumayan di bawah asuhan Leornardo Medina.

Finis 10 besar bisa mereka amankan berkat raihan 11 poin dari enam pekan pamungkas. Terhitung oke untuk sekelas tim promosi.

Medina memang bukan sosok sembarangan. Berasal dari Meksiko, ia sudah punya segudang pengalaman di dunia sepakbola. Lisensi UEFA Pro yang dimiliki adalah buah menggeluti banyak posisi dari manajemen sampai staf pelatih untuk berbagai klub di seluruh penjuru bumi.

6. Jan Olde Riekerink (Dewa United)

Meski pada akhirnya tidak bisa membawa klub keluar dari zona merah meski punya kesempatan memimpin skuadnya di 17 pertandingan namun keputusan Dewa United untuk mempekerjakan Jan Olde Riekerink sebagai pelatih sudah tepat.

Untuk klub dengan ambisi setinggi mereka, Tangsel Warriors memang patut untuk menyerahi tanggung jawab pada pelatih 60 tahun berpaspor Belanda itu. Pengalamannya membersamai Galatasaray, SC Heerenveen, akademi Porto, akademi Ajax, hingga timnas China jadi alasan.

Dengan tidak adanya relegasi, musim depan Riekerink bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan jika ia memang adalah sosok yang tepat untuk mengeluarkan potensi terbaik Egy Maulana Vikri dan kolega.