Bola Internasional

Juventus Dibanned UEFA dari Conference League, Fiorentina Berpeluang Gantikan

Sabtu, 29 Juli 2023 09:35 WIB
Penulis: Agustinus Rosario | Editor: Juni Adi
© uefa
Logo UEFA Copyright: © uefa
Logo UEFA
Tak Akan Mengajukan Banding

"Juventus Football Club SpA mengumumkan bahwa UEFA CFCB hari ini telah mengambil keputusan yang secara definitif menutup proses yang dimulai pada 1 Desember 2022 yang ditujukan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap kerangka regulasi UEFA," demikian bunyi pernyataan resmi Juventus.

"Juventus, sambil terus menganggap dugaan pelanggaran tidak konsisten dan tindakannya benar, telah menyatakan menerima keputusan dengan membatalkan banding."

"(Juventus) secara tegas menolak, dan UEFA CFCB telah mencatat, bahwa ini (keputusan untuk tidak banding) bisa menjadi pengakuan tanggung jawab apa pun terhadapnya (dugaan pelanggaran)."

Meski dilarang berkompetisi di Eropa pada musim depan, bukan berarti Juventus untuk seterusnya dicoret dari kompetisi Benua Biru.

Bianconeri akan kembali berkompetisi di level Eropa pada 2024/2025 mendatang, tentu apabila mereka memenuhi syarat untuk lolos kualifikasi.

Juventus sendiri bukan satu-satunya klub yang pernah kena hukuman berat karena melanggar aturan FFP.

Sebelumnya, ada klub Spanyol, Malaga, yang juga pernah disanksi dilarang bermain di kompetisi Eropa selama semusim (2013/2014) karena gagal membayar gaji para pemain.

Klub Rusia, Zenit St. Petersburg, juga pernah mendapatkan hukuman akibat melanggar FFP pada 2014 silam. Mereka diharuskan membayar denda sebesar 12 juta euro.

Klub raksasa Prancis, PSG, juga pernah tersangkut kasus yang sama. Mereka dianggap melakukan penggelembungan keuntungan dan diwajibkan membayar denda 60 juta euro.

Terakhir, ada pula klub Italia, AC Milan, yang sempat dilarang mentas di kompetisi Liga Europa musim 2019-2020 lalu karena kasus finansial yang mereka derita selama 2015 hingga 2017.