Asian Games 2018 Bisa Jadi Acuan Cavaliers Tangani Clarkson

Rabu, 12 September 2018 11:35 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Getty Images
Jordan Clarkson, pemain Cleveland Cavaliers yang berdarah Filipina-AS, batal tampil di Asian Games 2018. Copyright: © Getty Images
Jordan Clarkson, pemain Cleveland Cavaliers yang berdarah Filipina-AS, batal tampil di Asian Games 2018.

INDOSPORT.com – Aksi Jordan Clarkson yang cemerlang di Asian Games 2018 kemarin bisa menjadi bahan pertimbangan klub NBA, Cleveland Cavaliers, untuk memberikan kesempatan pemain Filipina itu untuk membuktikan kemampuan dan kepemimpinannya.

Penampilan Clarkson sebagai kapten Filipina di Asian Games 2018 bisa dibilang sangat cemerlang, dimana dirinya memainkan empat pertandingan sebelum tersingkir di perempatfinal oleh Korea Selatan dan gagal memburu medali.

Aksi pemain berusia 26 tahun di Jakarta itu tentunya akan membuktikan kepada pihak NBA bahwa ia bisa berkembang jika diberi kebebasan untuk memimpin tim. Hal ini diungkapkan oleh seorang penulis web komunitas Cavaliers, Charles Pritchett yang menyoroti aksi Clarkson.

Menurut penulis tersebut, Clarkson akan membuat pelatih Cavaliers, Tyron Lue bingung lantaran perjuangannya selama play off 2018 NBA setelah 28 pertandingan reguler yang mengesankan sejak hengkang dari Los Angeles Lakers.

“Musim panas ini, Clarkson berpartisipasi di Asian Games, bermain dengan Timnas Filipina,” tulisnya dilansir South China Morning Post.

“Dia cukup mengesankan, rata-rata 26 poin, 6,5 rebound, dan 5,5 assists dengan 0,7 turn over per pertandingan dan semuanya dengan efisiensi tinggi,” lanjutnya.

“Meskipun kompetisi Asian Games tidak sebesar NBA, tetap membantu melihat kinerja Clarkson sangat baik ketika dia bisa mendapatkan bola, berlari bebas, dan memimpin timnya.”

Pritchett mengatakan bahwa Clarkson tidak akan memiliki banyak tekanan pada musim 2018/19, untuk mencapai babak play off setelah bintang Cleveland LeBron James pindah ke LA Lakers. Tentun saja ini akan membuktikan dirinya sebagai pemain cadangan yang efektif jika diberi kepercayaan memimpin unit kedua Cavaliers.

“Saya hanya berpikir dia membutuhkan lebih banyak pengalaman dan lebih banyak waktu untuk terbiasa bermain di tim,” lanjut tulisan Pritchett.

“Jika Lue memungkinkan dia untuk memimpin unit kedua dan memberi Jordan Clarkson mengijinkan membuat permainan yang tepat, saya merasa bahwa Clarkson akan menemukan ritme dan perannya dengan Cavaliers.”

Pada Asian Games 2018 lalu, Clarkson mencetak 28 poin di laga pertama dalam kekalahan 82-80 melawan China, yang diperkuat pemain NBA Zhou Qi dan Ding Yanyuhang.

Ia juga mencetak 25 poin dalam kekalahan 91-82 oleh Korea Selatan di perempatfinal, sebelum mencetak 22 dan 29 dalam kemenangan atas Jepang dan Suriah masing-masing.

Terus Ikuti Perkembangan Berita Olahraga Basket NBA dan Indonesia di INDOSPORT.