Jadi Wasit Piala Dunia, Harja Jaladri Ceritakan Beratnya Masa Pelatihan

Sabtu, 1 Juni 2019 04:15 WIB
Penulis: Shintya Maharani | Editor: Abdurrahman Ranala
© Instagram/Harja Jaladri
Harja Jaladri jadi wasit Piala Dunia Basket. Copyright: © Instagram/Harja Jaladri
Harja Jaladri jadi wasit Piala Dunia Basket.

INDOSPORT.COM - Terpilih untuk mewakili Indonesia menjadi salah satu wasit yang akan memimpin jalannya FIBA World Cup 2019 di China pada 31 Agustus - 15 September 2019 mendatang, Harja Jaladri, wasit basket asal Cirebon ini pun bercerita tentang kesempatan yang luar biasa tersebut. 

Ditemui Kamis (30/05/19) di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Senayan, Jakarta, Harja Jaladri mengaku merasa senang dan bangga terkait pencapaiannya kali ini. 

"Dalam waktu dekat akan banyak teman-teman wasit yang (naik), untuk bisa sampai ke titik ini saya juga dapat dukungan dari Perbasi," ungkap Harja. 

Ayah dari satu anak ini pun mengaku tak menyangka bisa bertugas pada Piala Dunia tahun ini. 

"Target saya pribadi jujur inginnya ke Olimpiade, karena kemarin sudah Kejuaraan Dunia yang wanita kan, eh ternyata Alhamdulillah dipilih lagi oleh FIBA untuk memimpin di Kejuaraan Dunia Timnas 2019," ujarnya sembari tersenyum. 

Harja menjelaskan, wasit yang terpilih adalah wasit yang bergabung dalam program Referee Elite Program. Sebelum dipilih untuk Piala Dunia, para wasit ini harus memimpin Kualifikasi Kejuaraan Dunia wilayah Asia. Dari sanalah dilihat kualitas penampilan dan fisiknya. Ada tiga wasit Indonesia yang bergabung dalam program tersebut. 

"Paling utama sih track record ya, jadi penampilan saat memimpin di kualifikasi kejuaraan dunia, dan semua kejuaraan Under FIBA mereka juga memantau itu setelah itu disaring dan akhirnya terpilih 56 wasit, dari asia 10 orang," jelas Harja. 

Tidak hanya seleksi yang ketat, program pelatihannya pun yang dipandu melalui aplikasi berbasis digital pun Harja rasakan lumayan berat. 

"Hal yang harus dipersiapkan banyak ya, kalau dari yang wajib ada program training untuk fisik yang saya lakukan dari 20 Mei 2019, tes fisik itu lewat internet dipantaunya pakai jam, jadi puasa-puasa saya tetap latihan, program ini berjalan 15 minggu, ada rules, mental training, dan video analysis,"

"Saya kan bukan atlet, jadi ini lumayan berat buat saya. Agak capek juga, terus karena badan saya kecil jadi saya harus besarin badan sedikit supaya terlihat lebih bagus," pungkas Harja smbil tertawa.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%