Menengok Kembali Sejarah Timnas Basket Indonesia di FIBA Asia Cup

Kamis, 23 Januari 2020 08:40 WIB
Editor: Abdurrahman Ranala
© FIBA
Indonesia menjalani Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021. Copyright: © FIBA
Indonesia menjalani Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021.

INDOSPORT.COM - Timnas Basket Indonesia akan berlaga di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021. Berikut rekam jejak Timnas Basket Indonesia di FIBA Asia Cup. 

Timnas Basket Indonesia akan memulai perjuangannya di babak Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 pada 20 Februari 2020 mendatang. 

Tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Thailand, dan Filipina, langkah Indonesia terbilang cukup berat untuk lolos. 

Akan tetapi, Indonesia masih berpeluang besar untuk lolos ke FIBA Asia Cup 2021. Apalagi, lolos ke FIBA Asia Cup 2021 adalah salah satu syarat untuk Indonesia agar dapat berlaga di FIBA World Cup 2023

Seperti sudah diketahui, Indonesia-Filipina-Jepang, adalah tuan rumah bersama FIBA World Cup 2023. Meski menjadi tuan rumah, Indonesia tidak pasti lolos langsung ke FIBA World Cup 2023. 

FIBA memberi syarat untuk Timnas Basket Indonesia untuk lolos ke FIBA Asia Cup 2021 dan setidaknya finis sebagai peringkat ke-10, agar dapat lolos otomatis ke FIBA World Cup 2023. 

Oleh sebab itu, FIBA Asia Cup 2021 sangat penting bagi Timnas Basket Indonesia. Sebelum menyaksikan perjuangan Kaleb Ramot Gemilang dkk di babak kualifikasi, berikut INDOSPORT menyajikan rekam jejak Timnas Basket Indonesia di FIBA Asia Cup. 

Sekilas Tentang FIBA Asia Cup

FIBA Asia Cup pertama kali diselenggarakan pada tahun 1960 di Manila, Filipina, dan diikuti oleh 7 negara. Saat pertama kali diselenggarakan, turnamen ini bernama ABC Championship atau Asian Basketball Confederation Championship. 

Filipina menjadi juara pada ABC Championship pertama tahun 1960. Sejak tahun 1963, FIBA Asia Cup digelar dengan jarak 2 tahun sekali hingga tahun 2017. 

Selanjutnya, dimulai pada FIBA Asia Cup 2021, turnamen ini akan digelar 4 tahun sekali. Pada tahun 2005, ABC Championship berubah nama menjadi FIBA Asia Championship hingga tahun 2015. 

Kemudian pada tahun 2017, nama FIBA Asia Cup untuk pertama kali digunakan. China menjadi peraih gelar terbanyak dengan torehan 16 gelar juara, diikuti Filipina yang mengantongi 5 gelar. 

Jadi Tuan Rumah

Indonesia pertama kali mengikuti FIBA Asia Cup sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1960 dan finis sebagai peringkat ke-6 dari 7 negara peserta. 

Meski Indonesia sempat beberapa kali absen di FIBA Asia Cup, namun Indonesia diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah pada tahun 1993 di Jakarta. 

Sayangnya, meski menjadi tuan rumah, Indonesia hanya mampu finis sebagai peringkat ke-12 dari 18 negara peserta.  

Penampilan Terakhir 

Seperti sudah disinggung sedikit di atas bahwa Indonesia beberapa kali absen dari FIBA Asia Cup. Tercatat Indonesia absen dalam 12 turnamen dari 29 kali penyelenggaraan FIBA Asia Cup. 

Penampilan terakhir Indonesia di FIBA Asia Cup berlangsung pada tahun 2011. Saat itu, Mario Wuysang dan Cristian Ronaldo Sitepu masih bermain membela Timnas. 

Indonesia yang tergabung di Grup C bersama Jepang, Yordania, dan Suriah, gagal lolos ke babak kedua dan harus puas finis sebagai peringkat 13. 

Setelah itu, Indonesia absen di FIBA Asia Cup mulai tahun 2013, 2015, dan 2017. 

Prestasi Terbaik

Dari 17 kali ikut serta di FIBA Asia Cup, prestasi terbaik Indonesia diraih pada tahun 1967 di Korea Selatan. Pada saat itu, Indonesia berhasil finis sebagai peringkat ke-4. 

Indonesia meraih peringkat ke-4 karena ungguk tiebraker atas Taiwan dan India yang mengumpulkan poin yang sama. Gelar juara sendiri berhasil diraih oleh Filipina. 

Sedangkan runner up jatuh kepada tuan rumah Korea Selatan, dan peringkat ke-3 ditempati Jepang. Itu adalah prestasi terbaik Indonesia di FIBA Asia Cup dan sulit untuk kembali terulang hingga kini.