Lama Tak Terdengar, Utut Hadianto Senang Catur Indonesia Kembali Dapat Sponsor

Selasa, 27 Februari 2018 17:13 WIB
Penulis: Alfia Nurul Fadilla | Editor: Abdurrahman Ranala
© Alfia Nurul Fadilla/INDOSPORT
United Tractors dukung dua atlet muda catur untuk meraih Grand Master Catur. Copyright: © Alfia Nurul Fadilla/INDOSPORT
United Tractors dukung dua atlet muda catur untuk meraih Grand Master Catur.

Dua atlet muda catur Indonesia, Novendra Priasmoro (18) dan Aditya Bagus Arfan (10) disponsori salah satu perusahaan traktor besar di Indonesia demi mencapai misi meraih gelar Grandmaster.

Indonesia sendiri terakhir mencetak grandmaster ditahun 2004, yaitu jatuh pada pria yang lahir di Indramayu Jawa Barat, 8 Oktober 1987, Susanto Megaranto.

Ketua PB Percasi, Utut Hadianto Wahyuhidayat, bersyukur masih ada yang memperhatikan atlet catur, bahkan ada yang mau mendukung kegiatannya. Menurutnya, mencari sponsor untuk olahraga ini memang terbilang sulit.

“Ini olahraga yang hampir orang Indonesia semua main. Kita belum punya master lagi sejak tahun 2004. Menurut saya kita (pemain catur) harus punya passion,” kata Utut di SCBD Sudirman, (27/02/18).

© Alfia Nurul Fadilla/INDOSPORT
United Tractors dukung dua atlet muda catur untuk meraih Grand Master Catur. Copyright: Alfia Nurul Fadilla/INDOSPORTUnited Tractors dukung dua atlet muda catur untuk meraih Grand Master Catur.

“Mendatangkan sponsor di catur tuh susah karna mau bertanding aja kita gaboleh nyalahin hape. Memang ini dunia yang sulit,” tambah pria yang pernah meraih grandmaster di usianya yang masih 21 tahun.

Ia juga menyebutkan beberapa kendala yang dirasakan para pecatur yang akan bertanding ke luar negeri. “Pecatur itu sesungguhnya dimana-mana, tapi yang kita sulitkan saat kita harus mengirim wakil ke luar. Artinya memang perjalanan ini sangat panjang dan saya berterima kasih kepada United Tractors (perusahaan yang mensponsori).”

Mantan pecatur yang kini mempunyai sekolah catur itu juga menyebut akan ada bakat-bakat muda lain yang akan menyusul Novendra dan Aditya untuk berkancah di ajang Internasional.

“Akan ada lima sampai sepuluh anak yang talentanya seperti Novendra dan Aditya. Didoakan saja. Tak perlu dijunjung tinggi, tapi pelatihannya harus tepat,” kata pria kelahiran 16 Maret 1965 itu.