(VIDEO) Kisah Hyvon Ngetich, Pelari yang Merangkak Untuk Sampai Garis Finish
Hari itu, 16 Februari 2015, tidak ada rasa aneh yang dirasakan oleh Hyvon Ngetich saat ia keluar dari tempat menginap menuju arena lintasan lari Austin Marathon 2015. Secara fisik dan mental, Ngetich seperti sudah sangat siap tempur.
Tidak ada rasa sakit yang ia rasakan di tubuhnya. Ngetich pun optimis bisa meraih waktu terbanyak di ajang marathon tersebut. Awalnya semua berjalan cukup lancar. Ngetich saat itu sudah mampu melahap sebagian besar jarak di marathon itu dan 'selangkah' lagi akan sentuh garis finish.
Namun saat ia memasuki tanda 37 Km dari 42,2 Km jarak yang dipertandingkan, tiba-tiba tubuh Ngetich seperti berhenti beroperasi. Ia jatuh lunglai layak sebuah robot yang tidak mendapat support listrik.
Ngetich hanya setengah telungkup di aspal jalan dan menahan rasa sakit yang tiba-tiba datang, sementara sejumlah pelari lain satu per satu melewatinya. Tim medis pun datang menghampiri Ngetich dan membawa sebuah kursi dorong.
Ngetich yang merasa yakin ia bisa melewati garis finish menolak bantuan dari tim medis untuk dievakuasi. Ngetich bersikeras, ia bisa melewati garis finish meski tubuhnya seperti sudah menolak untuk berlari.
Lantas apa yang dilakukan oleh Ngetich?
Tanpa banyak membuang waktu, secara perlahan Ngetich mulai merangkak sedikti demi sedikit. Sontak saja aksi Ngetich membuat panitia, MC lomba dan sejumlah penonton bersorak memberi semangat.
Sedikit demi sedikit, tubuh Ngetich terus maju ke aras garis finish. Ajaib, tubuh yang sudah sangat lunglai, Ngetich bisa menyentuh finish. Saat itu juga tim medis langsung memberi pertolongan pertama untuknya.
Apa yang dialami Ngetich satu tahun yang lalu itu ternyata setelah didiagnosis disebabkan karena tingkat gula darah Ngetich sangat rendah.