(VIDEO) Kisah Hyvon Ngetich, Pelari yang Merangkak Untuk Sampai Garis Finish
Apa yang dialami oleh Ngetich saat mengikuti kompetisi olahraga terbilang cukup mendadak dan banyak atlet yang mendapat hal serupa. Di olimpiade Rio 2016 saja sejumlah atlet tiba-tiba mendapat cedera cukup serius saat bertanding.
Tengok bagaiamana atlet angkat besi Armenia, Andranik Karapetyan alami cedera saat mengangkat beban atau yang dialami atlet senam, Samir Ait Said.
Selain itu dua cedera diatas, pada ajang Olimpiade 1992, juga terjadi kisah yang hampir mirip dengan Ngetich, yakni kisah Derek Redmond. Kisah Redmond sudah banyak diketahui banyak orang.
Redmond dan semua atlet mulai mengadu kecepatan. Ketika sudah 250 meter, Redmond merangsek ke posisi keempat. Sedikit lagi mengamankan perunggu.
Namun ketika balap lari itu menyisakan 150 meter, Redmond mengubur mimpinya meraih medali di Olimpiade. Dia tampak terpincang-pincang di lintasan lari. Derek tersungkur sambil memegangi pangkal pahanya. Tim medis pun menghampirinya dan menyebut bahwa Redmond mengalami cedera hamstring.
Tim medis memintanya naik ke tandu. Harapan mendulang medali seketika pupus. Namun instruksi itu ditolak Redmond. Dia tidak lagi memikirkan ambisinya di awal lomba. Keinginan yang jauh lebih besar kini menantangnya untuk kembali berlari, menyelesaikan lomba!