Petarung Berdarah Indonesia Ingin Rematch vs Jagoan Brasil di ONE Championship

Jumat, 2 Juli 2021 03:31 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Subhan Wirawan
© ONE Championship
Anthony Engelen, petarung berdarah Indonesia di ONE Championship Copyright: © ONE Championship
Anthony Engelen, petarung berdarah Indonesia di ONE Championship

INDOSPORT.COM – Petarung MMA berdarah Indonesia, Anthony Engelen menyatakan diri ingin rematch melawan jagoan asal Brasil, Bruno Pucci di ONE Championship.

Anthony Engelen yang merupakan petarung divisi featherweight berdarah Belanda-Indonesia sebelumnya kalah melawan Bruno Pucci pada Desember 2015 silam.

Saat itu Engelen memasuki Mall Of Asia Arena di Manila, Filipina dengan rekor bela diri campuran sempurna, 3-0, dan ingin memberi kesan luar biasa dalam debutnya di panggung dunia.

Namun keinginannya harus terkubur karena saat itu Pucci dengan segala kemampuannya yang menjadikannya Juara Dunia BJJ No Gi dua kali, begitu lincah kala menunjukkan kemampuan bergulatnya.

Hingga akhirnya, Pucci yang kini menjadi suami juara dunia MMA ONE Championship yakni Angela Lee mengalahkan Engelen lewat submission dengan kuncian rear-naked choke pada ronde kedua.

Modal kekalahannya di masa lalu pun membuat petarung berjuluk The Archangel berniat untuk membalas kenangan pahitnya di masa lalu lewat duel rematch.

“Saya belum bertanding untuk sementara waktu karena situasi (Covid-19) saat ini, dan saya kira itu akan menjadi kesempatan luar biasa bagi saya, untuk mendapatkan laga ulang melawan rival pertama saya saat memulai bersama ONE Championship pada tahun 2015,”

“Saya selalu berkata pada teman-teman saya, pada diri saya sendiri, (bahwa) saya menginginkan laga ulang bersamanya, dan saya kira inilah waktunya.” kata Anthony Engelen, berdasarkan rilis yang diterima INDOSPORT.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%