Dana Minim, Prestasi Dituntut, Ini Potret Olahraga Nasional
Sibuk dengan urusan olahraga prestasi, pemerintah Indonesia seolah lupa jika mereka memiliki tanggung jawa besar untuk menghadirkan bibit-bibit atlet untuk kemajuan baru olahraga Indonesia di masa depan dan ruang terbuka hijau untuk fasilitas olahraga rekreasi masyarakat menjadi cara untuk melahirkan atlet-atlet baru berprestasi.
Menurut Anton Sanjoyo, ruang terbuka hijau dapat digunakan oleh para generasi penerus bangsa untuk mengasah kemampuan mereka dibidang olahraga. Lapangan luas untuk anak-anak bermain sepak bola bahkan nyaris langka ditemui sekarang, teritama di kota-kota besar.
“Menempatan olahraga menjadi bagian dari pembangunan. Tak Cuma dana dana, political action, pembangunan fasilitas olahraga, membuka ruang terbuka hijau ada dalam uu olahraga nasional, pemerintah bertanggung jawab bukan hanya olahraga nasional, tapi juga untuk olahrag rekreasi dan keluarga dan itu sama sekali tak digarap oleh menpora imam nahrawi,” kritik Anton.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Indonesia nyaris tak ada apa-apanya. Negeri Singa dinobatkan sebagai kota olahraga terbaik di Asia, dalam Sport Accord International Convention pada 2012 silam, negara yang pernah dijajah Inggris itu mengungguli Inggris dana Australia dalam urusan perhatian pemerintah pada olahraga.
Singapura yang luas wilayahnya bagai bumi dan langit dengan Indonesia tak menjadikan keterbatasan lahan sebagai alasan untuk membangun fasilias olahraga berstandar Intrnasional. Jika Indonesia masih bermimpi menjadi tuan rumah ajang balap MotoGP, Singapura dengan Sirkuit jalan raya Marina Bay-nya telah menyelenggarakan ajang balap mobil Formula 1.