Deretan Atlet Indonesia yang Jadi Korban Pasca Gestok 65
Nama RA Soetarni Soemosoetargijo mungkin terdengar asing untuk pecinta olahraga nasional. Wajar memang, pasalnya RA Soetarni Soemosoetargijo atau yang lebih dikenal Tarni merupakan atlet yang ikut dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama sampai ketiga.
Di perhelatan PON, Tarni jadi wakil Solo untuk cabang bola keranjang atau Korfball, sejenis olahraga yang mirip dengan permainan bola basket.
Pada perhelatan PON keempat, seperti dilansir dari indoprogress.com juga akan ikut ambil bagian. Saat itu, Tarni akan jadi atlet anggar di perhelatan PON yang berlangsung di Makassar tersebut. Selain jadi atlet Korfball, Tarni memang memiliki bakat bermain anggar, Ayah dari Tarni sendiri merupakan atlet anggar.
Namun niat untuk ikut ambil bagian dari PON keempat kandas. Pasalnya, Tarni mendapat lamaran dari seorang pemuda. Si pemuda ingin Tarni mengurungkan niatnya bermain di PON dan mengajaknya membangun biduk rumah tangga.
Dengan pertimbangan yang masak, Tarni akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari si pemuda tersebut. Tarni akhirnya menikah dengan si pemuda pada 1955, dua tahun sebelum PON IV digelar.
"Padahal saya sudah berlatih berbulan-bulan dengan Ayah di di rumah, agar bisa turut kompetisi anggar," kenang Tarni.
Siapa si pemuda tersebut? Ia adalah Nyoto, salah satu dedengkot dari PKI. Hasil pernikahannya dengan Nyoto, Tarni dianugrahi enam orang anak.
Saat peristiwa Gestok meletus, Tarni mengingat bahwa saat itu perasaannya sangat tidak enak. Kota Jakarta yang biasanya selalu ramai dan padat, mendadak sepi dan senyap. "Jakarta sepi seperti kuburan. Ndak ada mobil, ndak ada orang. Saya menjadi curiga," katanya.
Singkat cerita, setelah peristiwa Gestok meletus dan orang-orang berlatar belakang PKI dianggap ikut terlibat, kehidupan rumah tangga Tarni pun berubah 180 derajat.
Tarni pun keluar masuk banyak penjara. Sementara sang suami tak diketahui rimbanya, Tarni sendiri yakin bahwa sang suami tewas terbunuh pasca peristiwa Gestok.
Tarni menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 05 September 2014 lalu. Di sisa hidupnya, Tarni lebih banyak dikenal orang sebagai istri dari dedengkot PKI, Nyoto ketimbang dikenal sebagai atlet yang bermain di event olahraga bergengsi di negeri ini, Pekan Olahraga Nasional.