Peranan Sumpah Pemuda 1928 Bagi PSSI, PELTI, dan PERBASI

Jumat, 28 Oktober 2016 10:22 WIB
Editor:
 Copyright:
Kondisi olahraga sebelum Sumpah Pemuda 1928

Saat negeri ini masih di bawah pemerintah kolonial Belanda, olahraga bukan jadi perhatian utama. Bahkan literatur sejarah menyebut bahwa Belanda melarang segala kegiatan Jasmani di tempat umum.  

Padahal di era tersebut, masyarakat kala itu terbiasa bermain kasti, bola bakar, dan olahraga tradisional lainnya. Baru pada akhir abad ke-19, pendidikan jasmani mulai diperkenalkan luas di negeri ini oleh Belanda. Namun itu pun sebatas di ruang-ruang pendidikan.

Di era tersebut, Belanda mulai mempopulerkan senam sistem Spienz-Maul yang berasal dari Swedia, permainan kasti, sepakbola, dan basket. Khusus untuk senam Spienz-Maul, masyarakat Indonesia kala itu sudah cukup mengenalnya, pasalnya kegiatan senam acapkali dipraktikkan oleh siswa/i dari HIK, MULO, AMS, dan HBS. 

Secara hierarki, di pada masa itu olahraga yang berkembang pun terbagi menjadi tiga yakni, atletik yang digemari oleh banyak kaum pribumi dan bangsawan Belanda, sepakbola yang jadi minat kaum kaum pribumi serta tenis yang jadi minat untuk kaum bangsawan dan sebagian kecil kaum pribumi. 

353