Peranan Sumpah Pemuda 1928 Bagi PSSI, PELTI, dan PERBASI
Sumpah Pemuda 1928 kemudian dilanjutkan dengan pembentukan PSSI dan PELTI membuat tokoh olahraga lain bergeliat dan berkeinginan membuat organisasi serupa.
Setelah PELTI, muncul organisasi Persatuan bola keranjang seluruh Indonesia atau sekarang dikenal dengan nama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) yang terbentuk pada 1940.
Fakta sejarah yang disampaikan oleh Hary Setyawan dalam skripsi berjudul 'Olahraga bulutangkis di Indonesia dari lokal ke internasional tahun 1928-1945' mengungkap fakta bahwa PSSI, PELTI, dan PBKSI mendorong terbentuknya Ikatan Sport Indonesia (ISI) yang berpusat di Jakarta.
Terbentuknya ISI membuat semangat untuk mengadakan kompetisi olahraga semakin kuat. Muncullah Pekan Olahraga ISI yang berlangsung di Solo, kala itu olahraga yang dipertandingkan ialah sepakbola, tenis, dan basket.
Terbentuknya ISI juga jadi jawaban dari tokoh pergerakan saat itu akan sikap Belanda yang membuat sejumlah organisasi yang terdiri dari cabang olahraga seperti Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) dan Nederlandsch Lawr Tennis Bond (NILTB).
Hal ini dilakukan Belanda karena melihat banyak atlet pribumi yang berjaya di cabang sepakbola dan tenis. Faktanya memang saat itu, Indonesia tidak hanya hasilkan pesepakbola handal. Di tenis muncul sejumlah atlet hebat seperti Sambudjo, Sumadi, dan Salastri.