Peranan Sumpah Pemuda 1928 Bagi PSSI, PELTI, dan PERBASI
Dua tahun setelah WR Soepratman dan 12 pemuda lainnya membacakan Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, terbentuklah organisasi olahraga pertama di negeri ini.
Ir.Soeratin menggagas terbentuknya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 1930. Pada awal terbentuknya PSSI hanya beranggotakan enam kota yakni, Yogyakarta, Solo, Madiun, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.
Baru pada 1941, keanggotaan PSSI berkembang menjadi 40 keanggotaan. Menariknya, deklarasi sumpah pemuda 1928 dan terbentuknya PSSI jadi dorongan kuat untuk munculnya organisasi olahraga kedua yakni PELTI.
Meski tenis di kala itu hanya jadi minat dari kaum bangsawan, sejumlah pendahulu kita menganggap bahwa tenis bisa jadi olahraga yang diterima kaum pribumi.
Seperti dilansir dari pelti.or.id, tenis mulai berkembang pada 1920-an seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia memasuki sekolah¬sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Mereka - umumnya para siswa Stovia, Rechtsschool, dan -NIAS – yang pada perkembangannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang Iebih luas. Tenis pun mulai dimainkan atau dipertanding¬kan dalam kegiatan berbagai organisasi pemuda di masa itu. Olahraga inipun mulai dilihat sehagai penghimpun massa, terutama oleh kaum nasionalis yang mencita-citakan Kemerdekaan Indonesia.
Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan pada Kejuaraan Tennis di Semarang itu. berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis dari Jember - ia kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi PELTI.
Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di kalangan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan pemerintah kolonial, termasuk dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang kemudian, sejak 1935, menjadi ketua PELTI lima tahun berturut¬-turut), Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan beberapa lainnya.
Dari para tokoh berbagai kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr. Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya terkenal di Eropa.