Terjadi OTT KPK di Gedung Kemenpora, Sesmenpora: Mental Karyawan Anjlok

Rabu, 19 Desember 2018 15:54 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor:
© Juni Ady/Indosport
Gatot S Dewa Broto. Copyright: © Juni Ady/Indosport
Gatot S Dewa Broto.

INDOSPORT.COM - Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kemenpora, Selasa (18/12/18) malam, tidak ada kaitannya dengan anggaran Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Gatot menjelaskan bahwa anggaran Asian Games dan Asian Para Games 2018, seperti pemusatan latihan dan pemberian bonus, sudah ditetapkan sejak awal tahun 2018.

Kasus korupsi yang melibatkan pejabat dari Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga tidak ada sangkut-pautnya dengan anggaran Asian Games dan Asian Para Games 2018.

"Anggaran untuk Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) dan Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) sudah dikucurkan pada awal tahun,” ucapnya dikutip Antara

“Kasus ini juga tidak ada hubungan dengan prestasi para atlet nasional dalam Asian Games dan Asian Para Games 2018," bantah Gatot S. Dewa Broto.

Gatot menyebut kasus di Kemenpora merupakan masalah pencairan dana dari proposal kegiatan baru yang berasal dari dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kemenpora hingga kini belum berkomunikasi dengan KONI mengenai dugaan kasus korupsi tersebut.

Namun demikian, Menpora Imam Nahrawi disebut akan menggelar rapat pimpinan untuk menentukan pejabat kuasa pengguna anggaran Deputi IV selepas pejabat terkait tertangkap tangan oleh KPK.

"Pagi ini, saya mendapat tugas untuk mengumpulkan rekan-rekan staf Deputi IV. Mental karyawan Deputi IV jadi anjlok. Kami akan menyodorkan siapa yang menjadi kuasa pengguna anggaran. Itu sangat penting untuk pencairan anggaran.”

"Dari aspek kejadian, tentu kami sedih karena Presiden sudah mengamanatkan untuk tidak main api dengan korupsi," ungkapnya.

Ikuti Terus Berita Sepak Bola dan Olahraga Lainnya di di INDOSPORT.COM