INDOSPORT.COM - Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat menyarankan agar Papua mengusung konsep kearifan lokal pada gambar logo dan juga maskot perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar pada 2020 mendatang di Tanah Papua.
Sebelumnya, logo PON 2020 tersebut sempat menuai kritikan lantaran menggunakan hewan Kangguru yang dianggap tidak sesuai dengan standar ajang even olahraga nasional dan internasional.
Dimana aturannya sosok hewan hanya bisa digunakan sebagai maskot, bahkan bisa dijadikan maskot dengan berjumlah lebih dari satu.
“Logonya bisa dibuat dengan konsep kearifan lokal, mungkin bisa menggunakan gambar tifa atau apa saja yang merupakan ciri khas Papua. Asalkan jangan gambar hewan," kata Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno kepada sejumlah wartawan olahraga di Jayapura, Selasa (09/04/19) kemarin.
Suwarno pun bergegas meminta kepada Provinsi Papua selaku tuan rumah PON 2020 agar segera menentukan logo dan maskot tersebut, mengingat perhelatan pesta olahraga nasional empat tahunan itu hanya menyisakan hitungan bulan saja.
“Harus dipikirkan dari sekarang dan intinya tidak menggunakan gambar hewan. Semoga masalah ini bisa dikerjakan oleh Papua secepatnya, karena semakin cepat akan semakin bagus untuk Papua sendiri,” tekannya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Papua, Kenius Kogoya pun mengiyakan jika Provinsi Papua sudah merencanakan untuk melakukan perubahan terhadap logo PON tersebut.
“Secepatnya akan kita ubah dan harus ada konsultasi dengan pihak terkait, dan logo ini hanya satu, kalau maskot boleh banyak. Kita juga sudah mengganti gambar cincin dari yang jumlahnya lima menjadi tiga," pungkasnya.
Terus Ikuti Perkembangan Berita Olahraga Seputar PON 2020 Hanya di INDOSPORT.COM