INDOSPORT.COM - Para komentator olahraga seperti Yuni Kartika, Ricky Subagja, Justinus Lhaksana mencurahkan semua unek-uneknya dalam sebuah obrolan virtual bersama Valentino Simanjuntak.
Valentino Simanjuntak mengundang sejumlah komentator seperti Justinus Lhaksana, Bung Yuke, Ricky Subagja, Haris Pardede, Ponaryo Astaman, Stewart Henry, Yuni Kartika, dan Ibnu Jamil untuk mengungkapkan masalah yang tengah dialami.
Tokoh-tokoh tersebut sebelumnya ada yang telah berkontribusi untuk mengharumkan nama bangsa sebagai atlet. Setelah pensiun, Yuni Kartika, Ricky Subagja, Justinus Lhaksana terjun menjadi komentator olahraga.
Sayangnya mereka tengah mengalami masalah lantaran honor yang seharusnya diterima mendadak macet sejak Agustus 2019 lalu.
Total ada lebih dari tujuh bulan gaji yang belum dibayarkan. Jumlah total tunggakan gaji yang belum dibayarkan hingga 900 juta rupiah.
Saat ini semua kompetisi olahraga dihentikan karena wabah virus corona. Namun, mereka tidak tinggal diam. Melalui obrolan dengan Valentino Simanjuntak, para komentator olahraga mengungkapkan rasa kecewanya.
"Meskipun karena wabah ini kita berhenti, BWF juga menghentikan kompetisi, tetapi upahnya belum kita terima. Ini yang jadi masalah," ujar Ricky Subagja.
"Jadi kita ini kan sekarang lagi berhenti siaran. Tetapi kita belum terima fee (bayaran) kita. Yang dimaksud bung Ricky adalah fee kita dari tahun 2019-2020 belum kita terima," sambung Justinus Lhaksana.
Para komentator itu sudah mencoba untuk meminta kejelasan dari pihak TVRI tetapi belum juga menemukan jalan terang.
Salah satu komentator yang gajinya belum dibayarkan, Haris Pardede merasa miris melihat kenyataan ini. Terlebih di masa sulit seperti ini, uang tabungan sangat diharapkan untuk bertahan hidup.
Yuni Kartika menuntut keterbukaan dari pihak TVRI mengenai kendala yang mereka alami hingga gaji para komentator macet dan belum dibayarkan.
"Kita merasa sekarang itu dari TVRI tidak ada contact person yang bisa nge-back up kita gitu bro. Kita kaya ditinggalin aja, harusnya kan ada yang in charge dengan kita. Jadi kita tahu keadaannya kaya apa," sujar Yuni Kartika.
"Kita tu sebenernya rada bingung sama keadaannya dan apapun yang terjadi disitu sebenarnya bisa disampaikan pada kita. Istilahnya sebenernya what's going on kok kita belum bisa dibayar?" sambungnya lagi.
Meskipun gajinya macet, para komentator olahraga itu tetap bersikap profesional dalam menjalankan tugas. Namun, mereka berharap masalah ini segera bisa terselesaikan dan hak gaji mereka bisa dibayarkan sesuai kesepakatan.