In-depth

Deretan Aksi Boikot Israel di Olahraga, Terbaru Piala Dunia U-20 di Indonesia

Senin, 27 Maret 2023 15:55 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© REUTERS/Wolfgang Rattay
Ilustrasi bendera Israel. Copyright: © REUTERS/Wolfgang Rattay
Ilustrasi bendera Israel.
Penolakan dari Negara-negara Arab

1. Uni Emirat Arab (Tenis)

Pada 2009 silam, salah satu negara Arab, yakni Uni Emirat Arab, melakukan aksi boikot terhadap atlet Israel, yakni Shahar Peer di ajang WTA Tour di Dubai.

Di ajang tersebut, Shahar Peer sejatinya berpeluang mencetak sejarah sebagai atlet Israel pertama yang bermain di Uni Emirat Arab.

Namun hal ini urung terjadi, sebab visa petenis yang kini berusia 35 tahun itu ditolak oleh Uni Emirat Arab, sehingga ia tak bisa berkompetisi di WTA Tour di Dubai.

Aksi Uni Emirat Arab ini mendapat protes dari petenis lainnya seperti Serena Williams. Bahkan, petenis lainnya, yakni Andy Roddick, melakukan protes keras dan mundur dari turnamen.

Karena penolakan dari Uni Emirat Arab ini, WTA pun menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 300 ribu dolar AS (Rp4,5 miliar), yang menjadi rekor denda kala itu.

2. Arab Saudi (Catur)

Pada 2017 lalu, Arab Saudi menjadi tuan rumah turnamen catur internasional bergengsi yang bertajuk King Salman Rapid and Blitz.

Turnamen catur ini menjadi salah satu turnamen terbesar yang memiliki rekor hadiah sebesar 2 juta dolar AS (Rp30 miliar), angka terbesar di turnamen catur internasional.

Namun perhelatan bergengsi ini diwarnai polemik, di mana Arab Saudi menolak memberi visa kepada tujuh atlet Israel.

Alasan adanya penolakan itu dikarenakan Kerajaan Arab Saudi tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, seperti halnya Indonesia.

Penolakan ini pun juga menghadirkan potres. Salah satunya dari pecatur asal Ukraina, Anna Muzychuk, yang enggan bermain meski dirinya bakal kehilangan dua gelar juaranya.