Formula 1

Formula E Tinggal 5 Bulan Lagi, Sponsor Resmi Masih Belum Ada

Selasa, 25 Januari 2022 15:08 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Juni Adi
© Lev Radin/Pacific Press/LightRocket via Getty Images/Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Meski kejuaraan dunia balap mobil Formula E di DKI Jakarta tinggal 5 bulan lagi, namun nyatanya hingga saat ini masih belum ada sponsor resmi. Copyright: © Lev Radin/Pacific Press/LightRocket via Getty Images/Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Meski kejuaraan dunia balap mobil Formula E di DKI Jakarta tinggal 5 bulan lagi, namun nyatanya hingga saat ini masih belum ada sponsor resmi.

INDOSPORT.COM – Meski kejuaraan dunia balap mobil Formula E di DKI Jakarta tinggal 5 bulan lagi, namun nyatanya hingga saat ini masih belum ada sponsor resmi.

Hal ini diungkapkan secara terbuka oleh Gunung Kartiko selaku Direktur Pengelolaan Aset PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang juga Managing Director Formula E.

Saat itu Jakpro menyebutkan bahwa dana pembangunan sirkuit Formula E yang rencananya digelar di Ancol, DKI Jakarta pada Juni 2022 berasal dari anggaran perusahaan.

Dalam rapat dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin(24/01/22) menjelaskan, dana pembangunan lintasan dan kelengkapannya secara keseluruhan mencapai Rp150 miliar, dengan sebagian dana sudah digunakan sejak 2020 saat persiapan awal Formula E.

"Sebagian itu sekitar Rp70 miliar kalau tidak salah, saya angkanya mungkin kurang tepat, tapi sekitar segitu pak dialokasikan dari periode sebelumnya (2019-2020) dan ada penyelesaiannya sekarang pak," kata Gunung Kartiko, dilansir dari Antara.

Jawaban tersebut diungkapkan oleh Gunung Kartiko saat mendapatkan pertanyaan dari Gilbert Simanjuntak selaku anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta mengenai besaran dana yang dibutuhkan, kesiapan dana dan sumber dana untuk pembangunan sirkuit tersebut.

"Dana pembangunan trek ini darimana?," tanya Gilbert Simanjuntak

Ia juga kemudian menanyakan sumber dana yang dipakai Jakpro untuk memenuhi sisa anggaran pembangunan trek atau lintasan Formula E.

Gunung Kartiko lebih lanjut menjawab anggaran untuk itu akan ditarik melalui dana korporasi milik PT Jakpro seperti dana yang digunakan sebelumnya yang tidak memakai APBD.