Perjalanan Djokovic dari Anak Gunung Hingga Jadi Nomor Satu

Kamis, 21 April 2016 15:11 WIB
Editor: Randy Prasatya
 Copyright:
Kasih Sayang Tanpa Syarat

Menurut ayah Djokovic, Srdjan Djokovic, sang anak terlahir dari latar belakang kehidupan yang keras, namun memiliki kasih sayang tanpa syarat yang dia persembahkan untuk sang anak.

Kasih sayang yang didapat Djokovic dari keluarga tak lepas karena faktor anak pertama, dan sekaligus menjadi cucu pertama bagi orang tua Srdjan. Selain itu, watak orang Serbia dan Balkan juga mendukung hal tersebut. Sebagaian besar orang tua selalu ingin mendedikasikan 100 persen kehidupan untuk buah hati hingga akhir hayat.

Djokovic tumbuh di kawasan kaki pegunungan Kopanik. Di sana sang ayah membangun sebuah usaha restoran. Ketika pembangunan sedang dilakukan, pria yang memiliki adik bernama Marko dan Djordje, rajin bergaul dengan para pekerja bangunan restoran.

Tepat di depan kawasan bangunan restoran terdapat sebuah lapangan tenis. Sang ayah pun seketika melihat ada cinta yang terpancar dari mata Djokovic ketika melihat lapangan tersebut. Selang beberapa hari, Srdjan membelikan sebuah raket kecil dengan motif warna-warni beserta bola yang terbuat dari busa.

Pada usia 4 tahun, dia pergi ke sebuah kamp tenis di Novi Sad [sebuah kota kecil di Serbia Utara]. Kedatangan Djokovic ke sana menjadi awal kisah perjalananya secara serius di dunia tenis. Meski demikian, saudar kandung Srdjan sangat ingin melihat keponakannya menjadi atlet ski professional, namun takdir berkata lain.

4