Perjalanan Djokovic dari Anak Gunung Hingga Jadi Nomor Satu
Srdjan tidak pernah terpisah dari Djokovic sejak anak pertama itu lahir. Namun, keputusan berat harus dia lakukan ketika anak sulung tersebut hampir memasuki usia 13 tahun.
Di usia tersebut Djokovic pergi ke Munich, Jerman, bersama Nikola Pilic menuju Akademi Tenis. Kendala uang membuat Srdjan terpaksa tak bisa ikut menemani sang buah hati.
Keikhlasan Srdjan melepas Djokovic pun membuahkan hasil, Pilic sangat senang dengan perkembangan Djokovic muda. Mantan petenis asal Kroasia tersebut bahkan turut mencintai kegigihan anak asuhnya tersebut.
Bahkan, suatu hari Pilic sempat terkejut ketika Djokovic melakukan pemanasan sebelum latihan selama 20 menit dan pendinginan selama 20 menit. Kejadian serupa juga terjadi saat berada di klub tenis Partizan. Salah seorang yang mengawasinya mempertanyakan waktu 20 menit yang dilakukan Djokovic sebelum dan sesudah latihan.
Dari semua pertanyaan yang terlontar, Djokovic menjawab bahwa cara tersebut dapat memperpanjang kariernya di dunia tenis. Saa ini pun terbukti bahwa dia salah satu pemain yang sangat jarang mengalami cedera.
Kerja keras dan kebugaran fisik yang terus dijaga dengan baik mampu membuat keluarga Djokovic bahagia dengan pencapaiannya, terutama sang ayah.