In-depth

Menemukan Benang Merah Polemik Bulutangkis Dunia

Minggu, 4 Oktober 2020 18:45 WIB
Editor:
© Shi Tang/Getty Images
Bulutangkis dunia tengah dalam kegamangan. Tak ingin berlarut-larut dalam ketidakpastian, benang merah polemik pun harus segera ditemukan. Copyright: © Shi Tang/Getty Images
Bulutangkis dunia tengah dalam kegamangan. Tak ingin berlarut-larut dalam ketidakpastian, benang merah polemik pun harus segera ditemukan.

INDOSPORT.COM - Bulutangkis dunia tengah dalam kegamangan. Tak ingin berlarut-larut dalam ketidakpastian, benang merah polemik pun harus segera ditemukan.

Penggemar bulutangkis dunia dikejutkan dengan kabar Kento Momota yang secara mengejutkan memutuskan mundur dari Denmark Open 2020. Tak hanya Kento Momota saja, sebanyak 14 pebulutangkis Jepang juga memutuskan untuk mundur.

Padahal turnamen Denmark Open 2020 adalah ajang bulutangkis pertama yang akhirnya bergulir sejak terhenti akibat virus corona. Oleh karena itu kehadiran Kento Momota sebagai salah satu bintang di turnamen Denmark Open 2020 sangat dinantikan.

Bulutangkis Denmark tengah dalam 'ujian' tahun ini. Sebelum Denmark Open, Kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2020 yang sedianya digelar di negara mereka juga harus ditunda.

Sebanyak lima negara menyatakan mundur dari turnamen beregu tersebut, yakni Korea Selatan, Taiwan, Australia, Thailand, Taiwan, dan Indonesia, sebagai dampak pandemi COVID-19.

Meski begitu, hal tersebut mendapatkan kritikan luas dari sejumlah pegiat bulutangkis Denmark, meliputi pengamat, pemain, dan tentu saja penyelenggara turnamen.

Legenda Denmark, Jim Laugesen, menjadi yang paling keras menyoroti hal ini. Jim Laugesen menyebut kalau pemain dan negara-negara Asia egois karena hanya memikirkan kepentingan pribadi.

Selain itu, disebut menjadi biang kerok atas ditundanya Piala Thomas - Uber 2020 serta dibatalkannya Denmark Masters dan tidak jelasnya kelanjutan Denmark Open.

Kritikan juga datang dari komentator media Denmark, Sports TV2, yakni Boastrup yang menilai merupakan konspirasi para pemain Asia yang sengaja membuat segalanya berlangsung rumit seperti ini.

Beberapa pemain Denmark juga menyayangkan sikap para pemain Asia yang batal bertanding. Meski begitu, hal itu telah mendapat pembelaan dari BWF.