Perjuangan China Jelang World Tour Finals, Rela Pindah-pindah Kamp Pelatihan demi Hindari Covid

Jumat, 25 November 2022 13:55 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Prio Hari Kristanto
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Chen Qingchen/Jia Yifan saat melawan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Chen Qingchen/Jia Yifan saat melawan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.
Terbang ke Thailand Lagi?

Dilansir dari laman Aiyuke, para pebulu tangkis China sudah mengemasi barang mereka untuk meninggalkan kamp pelatihan di Jinjiang.

Sejak 17 September 2022 lalu, tim utama bulutangkis utama China memang datang lagi ke China untuk memulai pelatihan tertutup jelang tiga turnamen badminton Eropa.

Semuanya dilakukan secara baik untuk mencegah pengendalian virus Covid-19. Mulai dari akomodasi, makanan, transportasi, dan keamanan medis juga bersinergi.

Setelah  berlatih sebulan di Jinjiang, para atlet bulutangkis seperti Chen Qing Chen/Jia Yi Fan pun berolak ke Eropa. Sementara atlet yang tak berpartisipasi, tetap tinggal di sana.

Hasilnya, meski berpindah-pindah tempat pelatihan, tetapi Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dan kawan-kawan sukses untuk mendapatkan hasil baik.

Termasuk lolosnya tunggal putra Lu Guang Zu ke kualifikasi BWF World Tour Finals 2022. Secara total, ada delapan pebulu tangkis China yang lolos ke BWF World Tour Finals 2022.

Mereka adalah Lu Guang Zu, Chen Yu Fei, He Bingjiao, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi, Zheng Siwei/Huang Dong Ping, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, Zhang Shu Xian/Zheng Yu, dan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Jelang BWF World Tour Finals 2022, kemungkinan mereka akan langsung bergegas ke Thailand demi mempersiapkan segalanya.

Sebenarnya, para pebulu tangkis China sebelum kembali ke tanah airnya pada pertengahan tahun lalu, mereka sudah mendirikan kamp pelatihan di Chiang Mai, Thailand jelang BWF World Tour Finals. .

Kamp pelatihan China di Thailand dibangun usai gelaran All England 2022 pada Maret lalu. Namun mereka kembali ke China setelah gelaran Singapore Open, Juni lalu. Alasannya adalah pandemi Covid-19.

Sumber: Aiyuke