Evaluasi Besar-besaran, PBSI Bongkar Alasan Melempemnya Indonesia di BAC 2023

Jumat, 5 Mei 2023 09:20 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Indra Citra Sena
© PBSI
Rionny Mainaky, Kabid Bimpres PBSI ungkap evaluasi bulutangkis Indonesia pasca BAC 2023. Copyright: © PBSI
Rionny Mainaky, Kabid Bimpres PBSI ungkap evaluasi bulutangkis Indonesia pasca BAC 2023.

INDOSPORT.COMPBSI akhirnya buka suara setelah melakukan evaluasi pasca Indonesia tak memenuhi target di ajang Badminton Asia Championships (BAC) 2023.

Sebagaimana diketahui sejumlah wakil Indonesia belum lama ini berpartisipasi dalam BAC 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 25-30 April kemarin.

Namun sayangnya, skuat Garuda hanya mampu meraih satu gelar, yang digondol oleh Anthony Ginting di nomor tunggal putra.

"Seperti Ginting. Dia yang bersusah payah harusnya kalah saat melawan China, tapi dia berusaha. Itu dari daya juangnya luar biasa dan ini harus ditiru oleh sektor lain," kata Rionny Mainaky selaku Kabid Binpres PBSI.

Melansir Antara, nomor ganda putra yang menjadi unggulan pun kandas meski bermodal pasangan peringkat satu dunia Fajar Alfian/Rian Ardianto.

Kemudian dari ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang baru saja masuk ke jajaran Top 10 pun harus terhenti karena cedera.

"Rehan yang sayang, dia sedikit kendala. Itu sebenarnya sudah terjadi di sini (Pelatnas), saat jumping sudah tidak enak,” ucap Rionny .

“Tiga hari ke sana (Dubai) kami kira bisa, tidak tahunya masih belum sembuh total. Target tadinya mungkin dia bisa ambil di emas," tambahnya.

Selain itu, PBSI turut menyoroti kinerja atlet tunggal putri dan ganda putri yang masih butuh perhatian tambahan. Apriyani/Fadia sendiri juga kandas, begitu juga dengan Gregoria Mariska yang kandas di tengah turnamen.

Rionny Mainaky selaku perwakilan PBSI mengatakan bahwa pemainnya masih mengalami masalah mental yang tak konsisten terutama di nomor ganda putri.