Konflik The Jak vs Bobotoh dari Kacamata Sosiolog
Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengatakan dari kajian sosilogis bertemunya dua kelompok massa dalam satu tempat memang sangat memungkinkan untuk terjadinya potensi konflik antar keduanya. Melihat dari konflik antar The Jak dengan Bobotoh, Ubedilah melihat kekerasan yang dilakukan antar kedua pendukung ini sebenarnya terjadi karena adanya 1 pola yang terbentuk,
"Ada 1 pola kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku ini. Mereka yang kemudian tertangkap karena melakukan tindakan anarkis terjebak dalam satu posisi kekerasan," kata Ubedilah.
Menariknya mereka ini terjebak dalam satu pola kekerasan yang dikonstruksikan oleh pemerintah. Seperti bagaimana pola berlebihan dari para aparat menyambut final Piala Presiden dengan tunjukan aksi menunjulkan kekuatan senjata dan lain sebagainya.