Konflik The Jak vs Bobotoh dari Kacamata Sosiolog
Ubedilah yang juga mantan aktivis 98 ini juga menyebut adanya pola dramatisir yang dilakukan aparat keamanan dan pejabat pemerintah jelang laga final Piala Presiden 2015.
"Pihak keamanan tidak perlu mendramatisir hal ini. Jangan membuat seolah-olah Bandung dan Jakarta akan selalu ciptakan chaos. Bentuk-bentuk anarkisme yang terjadi antara The Jak dengan Bobotoh sebenarnya juga karena faktor ketidakberhasilan para aparat untuk meredakan konflik ini," kata Ubedilah.
Ditambahkan Ubedilah pemeritah dan pejabat tidak perlu sampai harus turunkan Badan Intelejen Negara serta tentara untuk ciptakan kondisi kondusif, cuma dengan pendekatan yang lebih rasional, "Perlu adanya ketegasan dari aparat untuk ciptakan autran yang jelas yang merangkul kedua pihak," kata Ubedilah.
Ubedilah mensinyalir adanya pola strategi bisnis keamanan melihat pola dramatisir yang dilakukan pejabat dan aparat melihat laga final Piala Presiden. "apakah ini jadi pencitraan yang disengaja? kita memang harus mencari bukti-bukti empiris yang mendukung ke arah tersebut. Karenanya aparat cukup masuk ke dalam pendekatan yang lebih rasional untuk cegah konflik," kata Ubedilah.