(VIDEO) Gooners Menangis, The Blues Pesta di Highbury
Masuki babak kedua, pemain Arsenal masih memiliki keyakinan untuk bisa menyamakan kedudukan. Di awal babak I, Arsene wenger memasukan Remi Garde untuk gantikan Alberto Mendez. Pria Prancis itu sadar di babak I, lini tengah mereka selalu kehilangan momentum.
Sayang tiga menit usai Garde masuk, Chelsea justru memperbesar keunggulan jadi 2-0. Berawal dari umpan manis Goldbeck dari sisi sayap, Vialli mampu melewati Alex Manninger sebelum ceploskan bola ke gawang yang kosong.
Meski tertinggal, winger Arsenal Boa Morte masih tampil impresif untuk bongkar lini belakang Chelsea. Sayang selalu temui kegagalan. Gol Vialli buat mental pemain Arsenal lain runtuh.
Poyet yang di babak I jadi public enemy di Higbury malam itu kembali buat Gooners tertunduk setelah pada menit ke 65 sukses bobol gawang Manninger untuk kali ketiga. 0-3 Arsenal tertinggal jauh.
Insiden sempat terjadi pada pertengah babak kedua setelah pemain Chelsea, Babayaro tampak dengan sengaja menginjak alat kelamin Boa Morte. Ia mendapat kartu kuning.
Setelah insiden ini, tidak ada yang berubah dari gaya bermain Chelsea, mereka tetap impresif dan ceploskan dua gol lagi lewat Vialli dan Poyet masing-masing pada menit ke 73 dan 80.
Highbury yang diawal laga begitu riuh dengan suara Gooners mendadak sunyi. Gemerlap lampu stadion dan terang rembulan malam itu tak mampu menghibur Gooners yang tertunduk lesu karena harus rela melihat timnya gagal di babak keempat Piala Liga Inggris dan yang lebih menyakitkan kalah telak 0-5 oleh tetangga mereka, Chelsea.
Tak peduli dengan suasan haru biru Gooners, di sisi lain stadion, fans Chelsea tampak melompat kegirangan karena mampu mempermalukan tetangga mereka tersebut di kandang lawan. Ini jadi kemenangan terbesar Chelsea atas Arsenal usai format liga Inggris berubah pada 1992 silam.