Kisah Pilu PSSI di Hari Jadi ke-86
Terbentuknya PSSI berawal dari ide seorang insinyur sipil yang gemar dengan sepakbola bernama Soeratin Sosrosoegondo. Soeratin melihat sepakbola sebagai wadah terbaik untuk menyemai rasa nasionalisme di kalangan pemuda sebagai sarana untuk menentang penjajahan Belanda.
Untuk itu, Soeratin mengumpulkan tokoh-tokoh yang berasal dari tujuh klub Indonesia saat itu, pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta. Tujuh klub sepakbola tersebut, yakni Voetbalbond Indonesische Jacatra (Persija Jakarta), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Persib Bandung), Persatuan Sepakraga Mataram (PSIM Yogyakarta), Vortenlandsche Voetbal Bond (Persis SOlo), Madioensche Voetbal Bond (PSM Madiun), Indonesische Voetbal Bond Magelang (PPSM Magelang), dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (Persebaya Surabaya).
Pertemuan tersebut akhirnya melahirkan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI). Soeratin ditunjuk sebagai ketua umum pertama PSSI dalam kongres pertama di Solo pada tahun 1930. Selain itu, singkatan PSSI berubah menjadi Persatuan sepakbola Seluruh Indonesia.