Kisah Pilu PSSI di Hari Jadi ke-86
Selanjutnya, PSSI tidak dapat menjalankan roda kegiatan sepakbola tanah air. Akhirnya, beberapa turnamen diadakan oleh pihak swasta untuk menjalankan roda kegiatan sepakbola tanah air. Turnamen tersebut bertajuk Piala Presiden 2015, Piala Jenderal Sudirman, Piala Bhayangkara dan lain-lain.
Di sisi lain, PSSI tidak dapat membentuk timnas Indonesia, karena tak dapat berpartisipasi di ajang internasional akibat sanksi FIFA. Indonesia pun harus mengalami kemerosotan di rangking dunia FIFA hingga ke posisi 185 per tanggal 7 April 2016.
Sementara itu, Tim Ad Hoc bentukan FIFA sebagai pihak yang menjembatani komunikasi PSSI dan Menpora, belum mendapatkan secercah harapan untuk menyelesaikan permasalahan konflik yang melanda persepakbolaan tanah air tersebut. Belum lagi, La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah Kadin tahun 2011 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Kini dihari jadinya yang ke-86, PSSI harus menerima kenyataan sederet kisah pilu tersebut. Meski begitu, seluruh pecinta sepakbola terus mendoakan PSSI agar tetap mewarisi segala bentuk perjuangan para pendirinya, terutama Soeratin Sosrosoegondo.
Semoga PSSI dan Menpora sama-sama mengakhiri segala polemiknya, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Agar sepakbola Indonesia bisa berjaya, dan terlepas dari sanksi FIFA saat kongres di Meksiko, 12 Mei mendatang.
Sehingga, para pecinta sepakbola Indonesia bisa mengobati kerinduannya melihat kompetisi resmi dan timnas Indonesia bertanding.
Dirgahayu PSSI, maju terus sepakbola Indonesia.