Kisah Pilu PSSI di Hari Jadi ke-86
Setelah merebut emas di ajang SEA Games 1991, PSSI nampak kesulitan mencetak timnas Indonesia yang berkualitas. Bukannya merendahkan kepengurusan selanjutnya, faktor tersebut dipengaruhi banyaknya masalah yang datang di kubu organisasi sepakbola nasional tersebut. Hingga sampai akhirnya terjadi pada tahun 2015.
Awalnya, Badan Olahraga Profesional (BOPI) merekomendasi ISL berjalan tanpa Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Pasalnya, BOPI menyangka adanya sengketa kepemilikan legalitas dan akte perusahaan. Namun, ISL 2015 tetap dijalankan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, walaupun sempat mengalami kemunduran kick off.
Atas persoalan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi membekukan PSSI melalui SK Menpora Nomor 01307 per tanggal 17 April 2015. Saat pembekuan itu diterbitkan, PSSI tengah melakukan kongres pemilihan ketua umum di Surabaya. Sehari kemudian, La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum PSSI periode 2015-2019.
Namun, pemerintah melalui Kemenpora enggan mengakui kepengurusan PSSI di bawah La Nyalla. Pasalnya, La Nyalla terpilih setelah SK pembekuan PSSI diterbitkan Menpora.
Masalah tersebut telah berlanjut ketika seluruh kompetisi di Indonesia resmi dihentikan pada tanggal 2 Mei 2015. Pasalnya, SK pembekuan tersebut menjadi faktor pendorong pihak kepolisian untuk tidak mengeluarkan izin pertandingan.
Kisah pilu PSSI terus berlanjut. Pada tanggal 30 Mei 2015, FIFA resmi mengeluarkan sanksi bagi Indonesia, karena telah melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17. Pasalnya, pemerintah yang notabennya Kemenpora dan BOPI ikut campur dalam urusan sepakbola. Padahal, FIFA telah melarang segala bentuk intervensi dari pemerintah terhadap seluruh kegiatan sepakbola yang dilakukan federasi negara anggotanya.
Akibatnya, Indonesia tidak boleh berpartisipasi di ajang sepakbola internasional. Ajang internasional yang harus direlakan Indonesia, antara lain Kualifikasi Piala Dunia 2018, kualifikasi Piala Asia 2019, kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19, Piala Asia Futsal Wanita 2015, Kualifikasi Piala Asia Futsal 2016, dan Kualifikasi Piala Asia Futsal 2016.
Masalah tersebut membuat sepakbola Indonesia mati suri. Para pelaku sepakbola yang notabennya pemain, pelatih, wasit, dan klub seperti ilang arah.
Akhirnya, PSSI resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Hasilnya, gugatan PSSI dimenangkan oleh PTUN pada tanggal 14 Juli 2015. Namun, Menpora hingga saat ini enggan mencabut SK pembekuan tersebut, karena ingin melakukan revolusi sepakbola Indonesia.