Tanpa Pandang SARA untuk Satu Nama, Timnas Indonesia
Hiruk pikuk Kota Jakarta pada tanggal 1 Desember 2010 dipenuhi sesak orang-orang yang berbondong-bondong menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Warna merah dan putih yang melambangkan bendera Indonesia menghiasi sepanjang jalan Ibu Kota.
Laki-laki, perempuan, tua-muda, anak-anak hingga dewasa dari berbagai kalangan tumpah ruah di kawasan Senayan. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Mereka datang untuk melihat Timnas Indonesia bertanding di ajang Piala AFF 2010. Antrean tiket dan sayup-sayup 'Indonesia' mewarnai senja kala itu.
SUGBK dipenuhi sesak orang-orang. Tribun stadion legendaris Indonesia itu bergetar begitu Firman Utina Cs masuk ke lapangan hingga mencetak gol. Kapasitas SUGBK yang mencapai 88.083 sudah tidak mampu menampung orang-orang yang ingin menyaksikan Timnas Garuda bertanding.
"Kita bisa lihat tawa pedagang asongan dan pemimpin kita bersama-sama di SUGBK. Ini namanya satu bangsa. Saya rindu persaudaraan di SUGBK. Saya rindu persaudaran di SUGBK, di mana tawa pemimpin kita dan pedagang asongan melebur jadi satu. Sesuai semboyan bangsa. Bhinneka Tunggal Ika," tulis pemain Timnas kala itu, Arif Suyono dalam aku Twitter pribadinya, @Arif Suyono.

Kemeriahan Piala AFF 2010.
Semangat nasionalisme tanpa pandang SARA membuat Irfan Haarys Bachdim bersemangat mempersembahkan yang terbaik untuk sepakbola Indonesia. Benar saja, Timnas keluar sebagai juara Grup A dan berhak melaju ke babak semifinal.
Timnas menorehkan 9 poin dari 3 kemenangan dalam tiga laga. Skuat Garuda menghajar Malaysia 5-1, Laos 6-0, dan Thailand 2-0.
Masyarakat Indonesia kian banyak datang ke SUGBK kala Timnas berhadapan dengan Filipina di babak semifinal. Mereka makin bersemangat untuk bersatu mendukung Timnas kala berhasil menghempaskan Filipina untuk memastikan diri melaju ke final. Indonesia menang agregat 2-0 dari Filipina.
Sayang, Indonesia gagal menjadi juara usai dikalahkan Malaysia dengan agregat 2-4 di laga final. Meski begitu, masyarakat Indonesia bangga dengan Timnas Garuda. Timnas kembali berhasil menjadi pemersatu bangsa.