Bakat Muda Indonesia

Demam Stefano Lilipaly dan Kerja Ekstra PSSI Pantau Bakat Anak Negeri

Minggu, 15 Januari 2017 14:43 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
PSSI diminta segera menanggapi serius soal pemantauan bakat muda Indonesia di luar negeri. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
PSSI diminta segera menanggapi serius soal pemantauan bakat muda Indonesia di luar negeri.
Bakat Muda di Luar Negeri dan Kerja Ekstra PSSI

Kini pekerjaan rumah sudah menumpuk di depa mata. Peran naturalisasi bisa dikembalikan ke lemari kerja jika sekelumit masalah yang tumpah di meja bisa segera diselesaikan.

Richie Risnal dan Abdurrahman Iwan belum lama menyatakan kesiapannya jika ada panggilan dari tanah leluhurnya untuk berbakti. Keduanya masih berusia belia, Richie baru berusia 9 tahun dan Abdurrahman baru berusia 10 tahun. 

Richie merupakan anak yang lahir dan besar dari pasangan asal Indonesia. Hal ini membuat Richie kemudian memegang paspor Belanda hingga saat ini.

Richie Risnal tengah berguru dengan sebuah akademi sepakbola di Belanda.

Saat ini Richie tercatat sebagai siswa di Coerver Soccer Academy, sebuah akademi yang menjadi rujukan klub besar macam Ajax Amsterdam bagi para siswa juniornya. Tidak main-main, Richie juga membekali dirinya dengan berlatih taekwondo, seperti yang dilakukan Zlatan Ibrahimovic untuk memperkuat fisik terutama kekuaayan kakinya.

Artinya, Richie secara personal memiliki visi yang kuat sebagai seorang pesepakbola. Pengelolaan bakat ini yang penting dilakukan oleh para pemain lokal untuk bersaing jika ingin menapak level senior.

Sama halnya yang dilakukan Abdurrahman Iwan yang kini membela dua klub sekaligus di Qatar. Abdurrahman kini tercatat sebagai pemain Al Wakrah yang ikut berlaga di kompetisi Qatar Super League (QSL) Junior.

Abdurrahman Iwan menjadi salah satu pesepakbola cilik yang dianggap potensial di Qatar.

Abdurrahman juga menjadi bagian dari pengembangan bakat muda Qatar melalui Aspire Academy. Artinya pemain berusia 10 tahun ini menjadi salah satu pesepakbola yang dianggap potensial di Qatar.

Keduanya menjadi simbol kekuatan mental kompetitif yang dilahirkan dari sistem pembinaan pemain muda di luar negeri. Lalu bagaimana dengan sistem pembenahan yang dilakukan di Indonesia?

1.7K