Inter: Berawal dari Protes dan 'Dikuasai' Indonesia
Sejak berdiri pada 09 Maret 1908, Inter Milan selalu dikuasai oleh Presiden klub asal Italia. Mereka seolah lupa hakekat berdirinya klub ini yakni, "karena kita adalah saudara dari dunia".
Nama-nama seperti Giovanni Paramithiotti, Ettore Strauss, hingga Angelo dan Massimo Moratti jadi pemilik dari klub ini. Kesemuanya adalah orang Italia.
Pada 2013 atau tepat 105 tahun setelah berdiri muncul pria kelahiran Jakarta yang menggeser posisi Presiden Inter, Massimo Moratti yang sudah berkuasa sejak 1995. Pria itu bernama Erick Thohir.
September 2013, Massimo Moratti mengumumkan ke publik bahwa ia sudah menjual mayoritas sahamnya sebesar 70 persen ke Thohir. Namun setelah negosiasi panjang disepakati bahwa Thohir hanya menguasai 60 persen saham Inter Milan. 15 November 2013, era baru Inter Milan muncul setelah Thohir ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Inter Milan.
Setelah tiga tahun memimpin Inter Milan pada Juni 2016, Thohir menjual sebagian besar sahamnya ke pengusaha lain, namun bukan pengusaha dari Italia melainkan dari Negeri Tirai Bambu, China yakni ke Suning Holding Grup yang dipimpin oleh Zhang Jindong.
Meski mendapat pro kontra di kalangan suporter dan internal Inter Milan, aksi Thohir ini seperti mengingatkan bahwa sejak berdiri Inter Milan ialah klub terbuka untuk semua orang dari belahan dunia mana pun.
"...karena kita adalah saudara dari dunia"