Kombinasi Starting XI Liga Champions dari 16 Besar hingga Semifinal
Untuk posisi bek kiri kami percayakan kepada Jordi Alba. Pemain milik Barca ini juga tampil menawan selama bermain di Liga Champions, meski pada akhirnya ia dibuat tak berkutik saat melawan Liverpool dini hari kemarin.
Kendati demikian, Alba bisa dibilang sebagai salah satu motor serangan Blaugrana, termasuk saat melibas Liverpool dengan skor 3-0 pada leg pertama.
Jordi Alba, bek kiri Barcelona.Posisi bek tengah, masih dari Barcelona yaitu Gerard Pique. Memiliki tubuh yang ideal, pemain asal Spanyol ini jelas mampu mencegah sejumlah pemain lawan manapun yang akan melewatinya.
Sayangnya, Pique dibuat ketar-ketir oleh serangan The Reds pada semifinal leg kedua kemarin, sehingga ia juga dibuat tak berkutik.
Meski demikian, dirinya masih pantas untuk dipercaya sebagai bek tengah utama, terlebih kemampuannya dalam duel udara juga tak dapat dipandang sebelah mata.
Matthijs de Ligt memang sih berusia 19 tahun, namun bek tengah sekaligus kapten dari Ajax Amsterdam ini mampu memikat sejumlah klub elite Eropa.
Bek tengah sekaligus kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt sempat memberikan keunggulan di babak pertama atas Tottenham Hotspur.Ya, De Ligt benar-benar bisa membuat pemain lawan manapun menjadi frustasi, termasuk para pemain-pemain besar seperti striker Real Madrid, Karim Benzema, termasuk Cristiano Ronaldo dari Juventus.
Tak heran pemain asli ber-KTP Belanda ini diminati oleh Barcelona, Real Madrid, Manchester United, Juventus, dan juga Paris Saint-Germain.
Untuk posisi bek kanan dihuni oleh bintang Paris Saint-Germain (PSG), Dani Alves. Meski pemain asal Brasil ini sudah berusia 36 tahun, namun kecepatannya dalam menggiring bola, maupun pergerakkannya tak menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan performa.
Dani Alves, bek kanan PSG.Ya, Alves masih mampu membantu PSG dalam melakukan penyerangan dengan baik. Ia juga masih bisa memberikan umpan akurat, serta menjaga lini pertahanan tim dengan konsisten.
Tak heran juga jika Dani Alves sering disebut-sebut sebagai bek kanan terbaik dalam waktu beberapa tahun terakhir.
Tengah
Untuk posisi gelandang sayap kiri, kami percayakan kepada Paul Pogba. Terlepas dari sejumlah kontroversi yang dilakukan pada musim ini, serta tudingan dirinya yang dianggap sudah tidak ada hati bermain di Man United, namun harus diakui jika gaya bermainnya patut diacungi jempol.
Paul Pogba pemain bintang Man United yang sedang selebrasi.Di Liga Champions musim ini, Pogba benar-benar mampu menjadi poros utama Manchester United dalam membangun serangan.
Tak hanya cerdik dalam memberikan umpan, pemain berdarah Prancis ini juga pintar dalam menciptakan ruang tembak ketika rekan setimnya yang berposisi sebagai striker mendapat penjagaan ketat dari tim lawan.
Menyebrang ke klub tetangga Manchester City, posisi gelandang tengah dipercayakan kepada bintang Manchester City, Kevin De Bruyne.
Kevin de Bruyne, gelandang serang milik Man City.Ya, pemain asal Belgia ini memang sejatinya berperan sebagai posisi sayap, namun mantan pemain Chelsea dan Wolfsburg ini juga bisa berperan sebagai playmaker dalam membangun serangan.
De Bruyne juga memiliki kecepatan yang dapat merepotkan lini pertahanan lawan manapun. Posisi gelandang sayap kanan dipercayakan masih dari pemain Manchester City, yakni Raheem Sterling.
Harus diakui, jika pemain asal Inggris ini benar-benar mampu menjadi motor serangan timnya dengan baik di sepanjang musim 2018/19 ini.
Selebrasi Raheem Sterling usai cetak dua gol ke gawang Tottenham Hotspur.Pergerakannya yang lincah dan kerap melepaskan tembakan serta umpan yang akurat membuat pemain bertahan lawan manapun harus menjegalnya dengan keras demi menutup sejumlah peluang yang ia ciptakan.
Sekedar mengingatkan, Pogba, De Bruyne, maupun Sterling juga dapat dirotasikan di lini tengah, sehingga membuat ketiganya dapat membuat permainan starting XI kombinasi ini berjalan dengan atraktif dan menarik untuk dilihat.