3 Keuntungan Juventus Kembali Rekrut Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon telah memiliki segalanya (kecuali gelar Liga Champions). Selain prestasi, Juventus sudah jelas menginginkan kehadiran Buffon sebagai pemimpin.
Kepergian Andrea Barzagli yang memutuskan pensiun tentu mengurangi sosok panutan di lini pertahanan Juventus. Kembalinya Buffon diharapkan dapat menjaga kesolidan Juventus, baik di dalam dan luar lapangan.
Semasa membela Paris Saint-Germain, Buffon merupakan motivator ulung bagi rekan-rekannya, terlebih untuk dapat mengejar gelar Liga Champions pada musim 2018/19.
“Gigi adalah bintang global dan sebuah referensi untuk semua orang. Dia adalah seorang kapten alami, pemimpin yang selalu mendorong kami ke titik konsentrasi maksimal,” ungkap Thiago Silva dilansir dari Calciomercato pada Januari 2019.
Pelapis Berkualitas
Meski berstatus sebagai kiper kedua Juventus, Buffon masihlah penjaga gawang berkualitas. Hal itu ia buktikan dengan statistik pertandingan selama membela Paris Saint-Germain pada musim 2018/19.
Buffon mengemas 25 penampilan dengan catatan 9 kali cleansheet. Pengalamannya masih dibutuhkan Juventus di laga-laga penting.
Calon Pemimpin di Manajemen
Kembalinya Buffon ke Juventus dapat membuka karier kiper berusia 41 tahun untuk menjadi bagian dari manajemen klub La Vecchia Signora.
Saat meninggalkan Juventus pada 2018, Buffon pernah ditawari jabatan ‘magang’ di posisi manajerial. Ia diberi waktu latihan selama satu tahun sebelum mendapat jabatan tetap di Juventus.
Memberi jabatan ke legenda klub bukanlah yang pertama dilakukan oleh Juventus. Pavel Nedved yang merupakan legenda Juventus kini menjabat sebagai wakil direktur Juventus.