INDOSPORT.COM - Memiliki profesi sebagai seorang koki mungkin merupakan hal yang biasa. Namun apa jadinya jika profesi ini digeluti di salah satu klub raksasa Serie A Italia, AC Milan?
Hal inilah yang dirasakan pria bernama Michele Persechini, yang telah berprofesi sebagai koki AC Milan sejak tahun 1988. Selama lebih dari 31 tahun berprofesi sebagai juru masak, banyak suka duka yang telah dijalani oleh Persechini.
Menjadi seorang koki AC Milan tentu tidak boleh sembarangan. Persechini harus mengupayakan makanan bergizi seimbang sekaligus mampu menggugah selera para pemain.
Koki Rossoneri ini menyiapkan berbagai hidangan lezat seperti pasta dan makanan lainnya, yang bisa menjadi penambah semangat serta tenaga para pemain ketika berlaga di lapangan.
Persechini pun harus ikut dalam tiap laga AC Milan sehingga dirinya memiliki peran penting bagi klub yang bermarkas di San Siro itu. Dilansir laman berita The18, Persecini mengungkap sisi negatif dan positif berprofesi sebagai koki di klub sepak bola favoritnya.
Sisi negatifnya ialah jam kerja yang cukup menyiksa. Bagaimana tidak, dirinya harus bekerja dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 21.30 malam. Persechini menghabiskan lebih dari setengah hari untuk melakukan pekerjaannya.
Sementara sisi positifnya, Persechini menganggap mampu menjadi juru masak di AC Milan merupakan pekerjaan terkeren di seluruh dunia. Selama lebih dari tiga dekade tentu dirinya merasakan kebahagian yang amat besar.
Selama lebih dari tiga dekade, Persechini ikut merasakan euforia delapan gelar Serie A Italia dan lima trofi Liga Champions. Rentang waktu yang cukup lama itu juga membuatnya mampu memenuhi kebutuhan pangan pemain ternama seperti Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi, Kaka, dan Sacchi.