INDOSPORT.COM - Gelandang Manchester United, Paul Pogba, menjadi sasaran rasisme di sosial media setelah gagal mengeksekusi penalti kala The Red Devils berbagi angka dengan Wolverhampton Wanderers, Selasa (20/8/19).
Seperti yang dilaporkan oleh L'Equipe, gelandang flamboyan asal Prancis tersebut menjadi objek sasaran rasisme oleh sejumlah orang disosial media setelah gagal membawa Man United meraih kemenangan.
Hal ini menjadi kasus kedua dalam satu pekan terakhir setelah sebelumnya sosok penyerang Chelsea, Tammy Abraham, juga harus menerima perlakuan rasis di sosial media karena gagal mengkonversi penalti pada laga Piala Super Eropa 2019 melawan Liverpool.
Atas tindakan rasisme yang ia terima, Paul Pogba mendapat dukungan penuh dari rekan setim seperti Harry Maguire dan Marcus Rashford. Manchester United turut mengutuk perbuatan pengguna sosial media, terutama Twitter, perihal aksi tersebut.
Disgusting. Social media need to do something about it... Every account that is opened should be verified by a passport/driving licence. Stop these pathetic trolls making numerous accounts to abuse people. @Twitter @instagram https://t.co/bzow073aTw
— Harry Maguire (@HarryMaguire93) 20 Agustus 2019
Rasisme masih menjadi musuh terbesar dalam sepak bola. Jauh sebelum kasus yang menimpa Paul Pogba dan Tammy Abraham, penyerang Everton, Moise Kean, juga pernah menerima perlakuan rasial kala masih membela Juventus di laga melawan Cagliari.