Liga Indonesia

Bali United Main Terlalu Malam, Teco Kasihan dengan Suporter

Minggu, 25 Agustus 2019 20:46 WIB
Editor:
© Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, dalam jumpa pers di press room Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (31/07/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim Copyright: © Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, dalam jumpa pers di press room Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (31/07/2019). Foto : Nofik Lukman Hakim

INDOSPORT.COM - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, tak mempermasalahkan kebijakan operator soal timnya bermain pukul 21.30 WITA. Dia hanya kasihan pada suporter bila kebijakan ini berlaku pada hari kerja.

Kemenangan Serdadu Tridatu atas Arema FC 2-1, Sabtu (24/08/2019), meninggalkan cerita. Laga ini baru selesai sekitar pukul 23.20 WITA. Bila dibandingkan jadwal klub-klub lain, waktu ini tentu saja cukup "kejam".

Suporter menjadi yang paling terkena dampak. Bila ditambah dengan agenda menyanyikan anthem klub bersama-sama, para suporter baru meninggalkan tribun pukul 23.40 WITA.

Teco menilai, kebijakan main terlalu malam ini tak mempengaruhi kinerja pemain. Dalam laga melawan Arema FC, tim tampil sesuai intruksi. Namun, dia melihat dampak dari main malam ini ada pada suporter.

"Buat para pemain, pertandingan dimulai pukul 21.30 tidak ada masalah. Cuma kebijakan ini tidak terlalu bagus untuk suporter," ucap Teco usai pertandingan.

Untung saja saat lawan Arema FC, pertandingan digelar hari Sabtu. Keesokan harinya, mayoritas suporter Bali United yang bekerja maupun bersekolah akan libur.

"Pas lawan Arema ini tidak masalah. Besok hari Minggu, hari libur. Kebijakan ini kurang bagus kalau digelar pada hari kerja. Jelas tidak mudah buat para suporter. Setelah pertandingan, mungkin mereka baru sampai rumah jam 1 atau jam 2. Kemudian mereka harus bangun pagi untuk kerja, jelas ini tidak mudah," tuturnya.

Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga jelas harus mengkaji hal ini. Apalagi suporter Bali United bukan berasal dari wilayah Gianyar saja. Banyak pula yang datang dari wilayah Karangasem, Denpasar hingga Badung yang waktu tempuhnya bisa lebih dari satu jam.