INDOSPORT.COM - Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro mengatakan sejak awal berniat menjadi juru taktik. Ia terinspirasi dua sosok yang menggemblengnya saat masih aktif bermain.
Widodo menjelaskan, almrhum Endang Witarsa dan Andi Teguh adalah dua sosok yang membentuk karakternya seperti sekarang. Sikap disiplin dan kerja keras jadi modal utama Widodo menapaki dunia kepelatihan.
“Dr Endang Witarsa yang menjadikan saya sebagai pelatih, yang membentuk saya. Saya ditempa supaya disiplin tinggi, susah, senang saya rasakan di klub Warna Agung yang dulu itu klub besar,” bukanya.
“Lalu ada almahrum Andi Teguh, keduanya yang menginspirasi saya,” imbuh Widodo C Putro.
Widodo mulai mengambil lisensi pelatih sejak masih bermain. Seiring berjalannya waktu, ia perlahan meningkatkanpengetahuannya hingga akhirnya mengantongi lisensi AFC Pro seperti saat ini.
“Saya memang dari awal niat jadi pelatih tapi itu kemudian berkembang seiring berjalannya waktu. Saat usia 33 saya sudah harus stop, dalam arti mulai serius sekolah kepelatihan karena sebenarnya usia 30 sudah ada lisensi D, lalu saat di Petrokimia saya juga izin ambil lisensi C dan saat itu pelatihnya coach Mundari Karya dan sangat care untuk kasih izin ambil lisensi,” tuturnya.
“Lalu ambil B saat jadi asisten Rudy Keljes di Persijap Jepara, lalu lisensi A saat asisten pelatih timnas sama Alfred Riedl lalu A pro saat di Bali United,” sambung pria 49 tahun itu.
Alasan Widodo menjadi pelatih adalah ingin memberikan sumbangsih ke sepak bola nasional. Ia tak peduli meski harus menangani tim di kasta kedua atau ketiga, asal klub memiliki komitmen tinggi untuk berkembang lebih baik.
“Karena saya tidak mau, begitu selesai jadi pemain lalu menganggur. Setidaknya mau membangun sepak bola, siapa lagi kalau bukan kita, kontribusinya besar atau tidak, gak masalah karena ini untuk baik buruknya sepak bola kita dan kita yang merasakan,” tutupnya.
Sebelum menangani Persita Tangerang dua musim terakhir, Widodo C Putro sempat melatih di Bali United, Sriwijaya FC dan beberapa klub lainnya.