Liga Inggris

Kondisi Ruang Ganti Manchester United Pasca Tendangan Kung Fu Cantona

Senin, 25 Mei 2020 22:41 WIB
Penulis: Yosef Bayu Anangga | Editor: Yohanes Ishak
©
Eks pemain Manchester United, Lee Sharpe, membongkar suasana ruang ganti Manchester United pasca  tendangan kung fu Eric Cantona pada penggemar Crystal Palace. Copyright: ©
Eks pemain Manchester United, Lee Sharpe, membongkar suasana ruang ganti Manchester United pasca tendangan kung fu Eric Cantona pada penggemar Crystal Palace.

INDOSPORT.COM – Eks pemain Manchester United, Lee Sharpe, membongkar suasana ruang ganti Manchester United pasca  tendangan kung fu Eric Cantona pada penggemar Crystal Palace.

Laga Crystal Palace vs Manchester United yang digelar 25 Januari 1995 di Selhust Park awalnya berjalan dengan normal. Namun, situasi berubah setelah wasit Alan Wilkie mengkartu merah Eric Cantona pada menit ke-49.

Ketika itu, Cantona diusir karena menendang bek Palace, Richard Shaw. Namun, ulah Cantona tidak terhenti di situ. Dalam perjalanan ke ruang ganti, Cantona melakukan tendangan kung fu kepada penggemar Palace akibat provokasi yang dilakukan suporter bernama Matthew Simmons.

Mantan bintang Manchester United lainnya, Lee Sharpe, pun membocorkan suasana ruang ganti United pasca kejadian ikonik dalam pertandingan yang akhirnya berakhir dengan skor 1-1 itu.

“Piring makanan dan cangkir teh berterbangan. Kami tersiram air panas dan tengkuk kami kejatuhan makanan. Kami bertukar pandang dan berpikir, ‘Ya Tuhan, Cantona mengamuk di sini.”

Namun, meski Cantona sudah bertingkah keterlaluan, manajer Sir Alex Ferguson sama sekali tidak marah kepada gelandang asal Prancis itu. Fergie justru meluapkan amukan kepada pemain lain termasuk Sharpe sendiri, Paul Ince, dan Gary Pallister.

“Manajer mulai marah. ‘Palister payah, kau tidak bisa menyundul sama sekali, tidak bisa melakukan tekel. Ince, di mana kau sepanjang pertandingan. Sharpey, nenekku berlari lebih lebih kencang daripada dirimu,’” kata Sharpe menirukan Ferguson seperti dilansir SportBible.

Uniknya, meski Cantona-lah yang bertingkah paling kacau, ia justru menerima teguran yang lebih lembut dibandingkan rekan-rekan setimnya.

“Pukul sembilan pagi besok, aku akan menyiksa kalian semua di dalam sesi latihan. (Pertandingan ini) benar-benar mengejutkan. Dan kau Eric… kau tidak boleh berbuat seperti itu lagi, Nak.” 

Meski lolos dari amukan Ferguson, Cantona sendiri akhirnya dihukum larangan bertanding selama 9 bulan.

Musim itu pun semakin buruk bagi Manchester United setelah mereka gagal menjadi juara Liga Inggris pada hari terakhir kompetisi.

Ketika itu, MU yang membutuhkan kemenangan untuk melompati Blackburn Rovers yang berada di puncak klasemen, justru bermain imbang 1-1 dengan West Ham. Akibatnya Blackburn pun berhasil mempertahankan posisinya di puncak klasemen dan menjadi juara.

IDS Emoticon Suka
Suka
20%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
20%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
20%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
40%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%