In-depth

Bagaimana Strategi Barter Inter Milan Bisa Bekerja di Bursa Transfer?

Selasa, 5 Januari 2021 14:09 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
 Copyright:

INDOSPORT.COM - Bursa transfer musim dingin 2021 bakal segera dibuka dalam hitungan beberapa hari ke depan. Raksasa Serie A Italia, Inter Milan, menjadi salah satu tim besar yang bakal turut meramaikan. 

Inter Milan musim ini kembali tampil dominan di Liga Italia. Setelah sempat terseok-seok di awal musim, Nerazzurri kini nangkring di posisi kedua hanya berselisih satu poin dari AC Milan di puncak. 

Setelah musim lalu nyaris meraih scudetto, pada musim 2020-2021 ini Romelu Lukaku dkk bertekad untuk meraih gelar scudetto pertama mereka setelah 2009-2010. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Inter pun bakal bermanuver di bursa transfer Januari ini. Sayangnya, kali ini Inter tak bakal melakukan pembelian besar. 

© Lars Baron/Getty Images
Selebrasi Christian Eriksen usai mencetak gol di Liga Europa antara Inter Milan vs Getafe Copyright: Lars Baron/Getty ImagesSelebrasi Christian Eriksen usai mencetak gol di Liga Europa antara Inter Milan vs Getafe

Manajemen Inter memberikan isyarat timnya akan irit belanja di bursa transfer nanti sebagai respons atas krisis finansial yang disebabkan pandemi COVID-19. 

Untuk menyiasati situasi ini, Inter kabarnya bakal menggunakan skema barter untuk beberapa pemainnya. Salah satu yang jadi fokus utama Nerazzurri saat ini dalah untuk melepas Christian Eriksen. 

Barter Sebagai Solusi

Di bawah formasi 3-5-2 Antonio Conte, Christian Eriksen gagal tampil bersinar. Bintang asal Denmark ini pun disiapkan menjadi bahan tukar guling Inter untuk mendapatkan bintang Arsenal, Granit Xhaka, dan bintang muda Paris Saint-Germain, Leandro Paredes. 

Kedatangan Paredes atau pun Xhaka dimaksudkan untuk menyempurnakan kedalaman lini tengah Inter Milan. Apalagi, di tengah menurunnya performa dari Arturo Vidal. 

Nerazzurri tentu tak akan berhenti dengan dua nama tersebut. Baru-baru ini Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, memutuskan untuk meminjamkan kembali Radja Nainggolan ke Cagliari sampai Juni 2021. 

Media setempat melaporkan perginya Radja Nainggolan ke Cagliari merupakan cara Inter untuk mendapatkan penyerang Cagliari, Leonardo Pavoletti. Pavoletti ingin diplot Antonio Conte sebagai pelapis Romelu Lukaku di lini depan. 

Nerazzurri tak ingin badai cedera sewaktu-waktu mengganggu performa timnya dalam persaingan ketat gelar scudetto Liga Italia atau pun di Liga Europa. 

Sementara itu, Parma dan Inter Milan dikabarkan bakal melakukan barter antara Gervinho dan Andrea Pinamonti. Barter ini kabarnya akan dilakukan dengan status pinjaman.

Gervinho adalah alternatif Inter Milan selain Rodrigo De Paul (Udinese) dan Papu Gomez (Atalanta). Eks Arsenal tersebut dipandang sebagai alternatif yang masuk akal dan bisa dijadikan solusi jangka pendek Conte di lini depan.

© Getty Images
Gervinho penyerang Pama. Copyright: Getty ImagesGervinho penyerang Pama.

Gervinho dalam dua musim terakhir menjadi pemain terbaik Parma. Musim ini saja ia sudah membuat empat gol dan satu assist dari 12 laga. 

Keberadaan Gervinho sangat dibutuhkan Inter untuk menambah daya gedor sisi sayap mereka pada formasi 3-5-2. Gervinho bisa menjadi pesaing Alexis Sanchez kerap berhalangan tampil karena isu kebugaran,

Gervinho bukan satu-satunya opsi yang dipilih Inter. I Nerazzurri juga memiliki alternatif lain seperti Rodrigu De Paul (Udinese) dan Papu Gomez (Atalanta) yang hampir pasti hengkang karena konflik dengan Gian Piero Gasperini. 

Pemilihan pemain Inter sendiri memang masih mengundang pro kontra di kalangan fans. Sebab, Antonio Conte cenderung lebih menyukai pemain yang lebih matang.  

Keputusan Inter Milan untuk mengincar Leonardo Pavoletti (32 tahun) dan meminjamkan Andrea Pinamonti (20) di bursa transfer jadi salah satu contoh betapa tak nyamannya Antonio Conte dengan pemain-pemain muda Inter.