Liga Indonesia

Liga 1: Minta Maaf ke Warga Jogja, Gibran Kantongi Identitas Suporter Pembuat Onar

Rabu, 27 Juli 2022 17:15 WIB
Kontributor: Nofik Lukman Hakim | Editor: Indra Citra Sena
© Prabowo/INDOSPORT
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Copyright: © Prabowo/INDOSPORT
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

INDOSPORT.COM - Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meminta maaf atas kegaduhan yang dilakukan para oknum suporter klub Liga 1 Indonesia, Persis Solo, Senin (25/7/22). Identitas pembuat onar pun sudah dikantongi.

Gibran kecewa berat dengan tingkah laku rombongan suporter Persis yang nekat berangkat ke Magelang, melalui wilayah Yogyakarta.

Padahal, dalam koordinasi sebelum pertandingan Persis Solo melawan Dewa United, seluruh suporter yang ingin ke Stadion Moch. Soebroto, Magelang, diminta tak melalui Yogyakarta.

Gibran merekomendasikan rombongan melewati jalur Selo, Boyolali. Jalur tersebut dinilai lebih dekat ke Magelang dan tak ada titik rawan bentrok.

Namun, faktanya masih ada segerombolan oknum yang melewati wilayah Yogyakarta. Kericuhan pun pecah di beberapa titik Kota Pelajar.

"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Yogyakarta yang mungkin kemarin merasa tidak nyaman atas kejadian itu," kata Gibran Rakabuming Raka, Rabu (27/7/22).

Ada indikasi sebagian oknum suporter Persis Solo sengaja mengalihkan jalan melewati ke Yogyakarta, yang notabene basis suporter PSIM.

Kesengajaan terlihat dari rute yang mereka lintasi. Rombongan itu melintasi Tugu Yogyakarta, dan sengaja beberapa menit berdiam di sana.

Padahal, andai jalur Magelang harus lewat wilayah DI Yogyakarta (DIY), banyak jalur lebih dekat dan lebih lebar ketimbang harus melintasi Tugu Yogyakarta.

"Silakan dinilai sendiri, dari videonya sudah cukup jelas, kata-katanya sudah cukup jelas, itu jelas-jelas (melakukan) provokasi," tegas Gibran.

"Sebelum berangkat sudah kami sarankan pada Garis Keras, Pasoepati, Surakartans atau yang lain, lewatnya Selo saja, tapi ada beberapa yang memang masuk ke Jogja. Itu tidak kami rekomendasikan," lanjut Gibran.