Liga Indonesia

Janji Menpora Dukung Penuh Garuda INAF di Kejuaraan Sepak Bola Amputasi Dunia 2022

Kamis, 8 September 2022 14:18 WIB
Penulis: Ammara Marthiara | Editor: Isman Fadil
© Ammara Marthiara/INDOSPORT
Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia Garuda INAF. Foto: Ammara Marthiara/INDOSPORT Copyright: © Ammara Marthiara/INDOSPORT
Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia Garuda INAF. Foto: Ammara Marthiara/INDOSPORT

INDOSPORT.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali terus berkomitmen untuk mendukung penuh skuat Garuda INAF di kejuaraan Sepakbola Amputasi Dunia 2022.

Ya, timnas sepakbola amputasi Indonesia tengah bersiap mentas di piala dunia sepakbola amputasi pada Oktober mendatang.

Kejuaraan yang bakal berlangsung di turki itu merupakan kali pertama untuk timnas sepakbola amputasi Indonesia.

Semangat pasukan Garuda INAF seolah semakin terdorong berkat dukungan dari Menpora RI, Zainudin Amali.

Pasalnya selain dukungan, fasilitas terhadap timnas amputasi Indonesia pun telah dijanjikan oleh Menpora RI.

“Kalau ditanya apa komitmen kita, pemerintah tentu memberikan dukungan, memfasiltiasi apa yang dibutuhkan timnas kita,” kata Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, di bilangan Kuningan, Sabtu (02/09/22).

“Sejak saya ketemu mereka beberapa bulan lalu, mereka melaporkan sudah lolos piala dunia. Saya sudah minta ke teman-teman Kemenpora RI untuk berikan dukungan serta memfasilitasi sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya juga berharap bahwa lolosnya skuat Garuda INAF ke ajang paling bergengsi para atlet penyandang disabilitas tersebut bisa menggairahkan sepakbola amputasi yang ada di daerah-daerah.

Selain itu, dirinya juga berharap masuknya tim Garuda INAF ke Piala Dunia 2022 bisa memotivasi semua atlet, baik amputasi, non amputasi, difabel, non difabel, dan sebagainya.

“Kan selama ini kita tidak pernah nendengar sejauh mana kiprahnya mereka. Tetapi dengan munculnya timnas sepak bola amputasi di ajang piala dunia, itu berarti kita punya potensi untuk bisa berbicara di tingkat dunia,” terang Zainudin Amali.

“Karena kita sudah bisa berbicara di ajang piala dunia itu suatu hal yang tidak mudah,” tutup Zainudin Amali.