In-depth

Daftar Klub Liga 2 yang Berpotensi Tanpa Pemain Asing Musim Ini

Selasa, 5 September 2023 09:05 WIB
Editor: Subhan Wirawan
© Sudjarwo Husain/INDOSPORT
Skuat Persipura Jayapura usai berlatih di Lapangan Pemanasan Stadion Lukas Enembe Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Sudjarwo Husain/INDOSPORT) Copyright: © Sudjarwo Husain/INDOSPORT
Skuat Persipura Jayapura usai berlatih di Lapangan Pemanasan Stadion Lukas Enembe Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Sudjarwo Husain/INDOSPORT)

INDOSPORT.COM – Jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 23/24, ternyata masih ada sejumlah tim yang belum lengkapi kuota pemain asing mereka dan berpotensi andalkan bintang lokal musim ini.

Seperti diketahui untuk Liga 2 musim 23/24, tiap tim peserta diperbolehkan menggunakan dua pemain asing dengan rincian satu slot dari Asia serta satu dari negara bebas.

Sejauh ini, Sriwijaya FC jadi tim yang cukup mewah lantaran menggaet dua pemain asing dengan label timnas.

Mereka adalah Kervens Belfort dari Haiti, serta Chencho Gyeltshen yang merupakan tumpuan Timnas Bhutan.

Berbekal dua bintang asing top tersebut, Sriwijaya FC berpotensi besar lolos dari putaran pertama dan melangkah mulus hingga babak final.

Namun berbeda dengan Sriwijaya FC, beberapa tim berikut malah belum menunjukkan geliat bakal merekrut pemain asing di Liga 1 musim ini.

Bahkan telah memastikan diri jika mereka akan menggunakan para pemain lokal sepanjang gelaran Liga 2 23/24.

Lantas klub mana sajakah itu? Lebih lengkapnya berikut INDOSPORT merangkum serta mengulas:

Sada Sumut
Klub pertama adalah Sada Sumut. Wakil dari Sumatera Utara ini belum meresmikan pemain asing mereka saat launching klub awal September lalu.

Meski belum diresmikan, namun Manajer Sada Sumut FC, Yosephine Sembiring menyebut jika timnya masih terus mencari sosok pemain asing yang sesuai dengan kebutuhan tim.

PSKC Cimahi
Berikutnya ada PSKC Cimahi. Sama seperti klub pertama, sang wakil Jawa Barat ini juga belum mengumumkan nama pemain asing, namun pihak manajemen masih terus mencari kandidat yang tepat.

Presiden klub PSKC Cimahi, Rendra Soedjono memastikan untuk persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 2023-2024, pihaknya akan memaksimalkan kuota pemain asing.

"Saya gak bilang sudah ada tapi calonnya, sudah ada, kalau dibilang sudah ada belum bilang cuma calonnya sudah ada, pastinya dari Asia dan satunya lagi dari luar Asia," kata Rendra kepada INDOSPORT.

Sejauh ini, PSKC Cimahi sudah mengumumkan daftar pemain lokal untuk persiapan mengarungi kompetisi Liga 2 2023-2024, mulai dari posisi penjaga gawang hingga striker.

Sulut United
Sulut United jadi salah satu tim yang memastikan diri jika mereka tidak akan menggunakan pemain asing di Liga 2 musim 23/24.

Kepastian tersebut disampaikan Pelatih Sulut United, Jaya Hartono pada bulan Agustus lalu. Dirinya mengaku yakni dengan kekuatan skuatnya saat ini, sehingga belum terlalu membutuhkan amunisi asing.

Meski begitu, Sulut United tak menutup kemungkinan akan merekrut pemain asing saat putaran kedua, tergantung dari hasil evaluasi manajemen selepas putaran pertama.

Persipura Jayapura
Sempat jadi salah satu tim Tanah Air yang paling ditakuti, kini Persipura harus tampil di kasta kedua Liga Indonesia dan terlihat terseok-seok dalam persiapan jelang kompetisi bergulir.

Hanya tinggal beberapa pekan sebelum Liga 2 bergulir, Persipura masih belum juga memperkenalkan pemain asing mereka.

Bahkan sampai saat ini, Persipura masih disibukkan dengan kehadiran sponsor yang jadi penyokong dana Mutiara Hitam di Liga 2 nanti.

Persewar Waropen
Terakhir adalah Persewar Waropen. Klub lain dari wilayah Papua ini juga belum meresmikan pemain asingnya lantaran tim pelatih masih percaya dengan bakat lokal Persewar.

Eduard Ivakdalam sebagai pelatih Persewar menyebut, jika perekrutan pemain asing jadi opsi paling terakhir yang bakal dilakukan.

Mantan penggawa Persipura tersebut masih sangat yakin bakat-bakat putra Papua bisa membantu timnya lolos ke putaran dua Liga 2 musim depan.

Akan tetapi Eduard Ivakdalam tak menutup kemungkinan untuk mendatangkan pemain asing sesuai dengan hasil evaluasi dari pihak manajemen.