Liga Indonesia

Bahaya Tak Ada Regenerasi, Top Skor Sementara Liga 2 Dikuasai Striker Veteran

Rabu, 25 Oktober 2023 13:35 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Herry Ibrahim
© Arif Rahman/INDOSPORT
Stiker FC Bekasi City, Ezechiel Ndouasel (kiri) memimpin top skor sementara Liga 2 2023/2024 putaran pertama dengan koleksi 6 gol. Copyright: © Arif Rahman/INDOSPORT
Stiker FC Bekasi City, Ezechiel Ndouasel (kiri) memimpin top skor sementara Liga 2 2023/2024 putaran pertama dengan koleksi 6 gol.

INDOSPORT.COM - Kompetisi Liga 2 musim 2023/2024 telah merampungkan paruh pertama. Selama 7 pekan berjalan, tim-tim kontestan telah bersaing dengan kompetitif.

Sayangnya, daftar pencetak gol terbanyak alias top skorer Liga 2 musim ini dikuasai oleh striker asing atau kalaupun lokal, mereka sudah tergolong veteran.

Ezechiel N'douassel memimpin daftar top skorer Liga 2 dengan 6 gol. Striker FC Bekasi City asal Chad itu ditempel ketat striker Nigeria milik Semen Padang, Ikechukwu Kenneth Ngwoke dengan 5 gol.

Yang membuat lega, masih ada nama striker lokal yang masuk ke dalam bursa. Boaz Solossa (Persewar Waropen) dan Irvan Y.Mofu (Persipal Babel United) menyelinap dengan 5 gol.

Tapi yang bikin miris, keempat pemimpin daftar top skorer itu masuk ke dalam usia veteran. Boaz Solossa paling senior dengan usia 37 tahun, disusul N'douassel (35), Ngwoke (30) dan Irvan Mofu (32).

Lantas, tak adanya striker lokal yang berusia emas (23-26 tahun) pada daftar top skorer mencerminkan kesalahan proses regenerasi? Berikut paparan INDOSPORT.

Regulasi

Dominasi para striker asing pada lini serang tim-tim di Liga 2, memang tak bisa lepas dari penerapan regulasi kompetisi yang ditetapkan mulai 2023/2024.

Surat LIB bernomor 467/LIB-COR/VII/2023 menyebutkan, bahwa setiap klub boleh mengontrak 2 pemain asing. Salah satunya mesti berada di bawah federasi sepak bola Asia (AFC).

Situasi ini lantas membuat semua tim berlomba untuk membenahi lini serang dengan striker asing. Praktis, keberadaan para striker lokal semakin terpinggirkan.

Bahkan dalam 10 besar top skorer, masih ada Beto Goncalves (PSBS Biak/42 tahun) dan Guy Junior (Kalteng Putra/37 tahun) yang mengumpulkan 3 gol.

Minim Kesempatan

Kesalahan dalam proses regenerasi semakin kentara, dengan mengacu minimnya kesempatan bermain bagi para striker lokal potensial. Praktis, celah untuk mereka bisa bermain adalah menggeser posisi.

Transfermarkt menjabarkan, hanya ada segelintir striker lokal yang mampu menerobos dominasi striker asing di Liga 2. Jumlahnya bahkan tak sampai 10.

Salah satunya adalah Bhima Lesmana, yang tampil dalam 6 laga dengan 3 golnya. Namun, pemain PSDS Deli Serdang berusia 23 tahun itu berposisi sebagai gelandang serang.

Sedangkan pencatat 3 gol lainnya juga serupa. Mereka adala Ramadhan (Persiraja Aceh/22 tahun), Wahyu Ilahi (PSMS Medan/24) yang naturalnya gelandang, sedangkan Risman Ariyanto Maring (PSIM Yogyakarta/24) berposisi winger.

Utamakan Pengalaman

Seiring regulasi merekrut pemain asing, klub-klub Liga 2 juga lebih condong mencari striker lokal berpengalaman sebagai pelengkap skuat mereka.

Boaz Solossa yang berusia 37 tahun, jadi contohnya. Gresik United juga melakukan langkah serupa dengan mendatangkan Samsul Arif Munip (38).

Disamping itu, tersedianya sejumlah striker naturalisasi juga membuat tim-tim berlomba. Tidak sedikit diantara mereka yang terbuang di Liga 1, mendapat tempat.

Persela Lamongan jadi tim terdepan yang memboyong banyak pemain naturalisasi. Tiga pemain mereka datangkan dengan 2 diantaranya berposisi striker yakni Herman Dzumafo Epandi dan Silvio Escobar.