(ANALISIS) 4 Tim Berpeluang Juara: Satria Muda Terdepan, Mengapa?
Musim 2017 akan menjadi musim yang berbeda bagi Pelita Jaya Jakarta di IBL Indonesia. Hal ini tak lepas dari hengkangnya salah satu pemain terbaik mereka, Kelly Purwanto ke Hangtuah Sumsel.
Meski demikian, kekuatan tim yang akrab dipanggil PJ ini tak langsung menurun drastis. Sebab, mereka masih diperkuat oleh dua pemain berpengalaman, seperti Faisal Julius Achmad, Ponsianus ‘Komink’ Nyoman Indrawan, dan Adhi Pratama Putra.
Selain itu hadirnya Respati Ragil Pamungkas dari Satya Wacana Salatiga juga diyakini dapat menambah kekuatan tim yang kini dilatih oleh Johanis Winar tersebut.
PJ memang mampu mematahkan dominasi Satria Muda dan Aspac. Permainan mereka juga lebih mengutamakan permainan yang cepat tanpa mengandalkan individu dari pemain yang dimiliki.
Kelebihan itulah yang membuat PJ mampu tampil baik dan berhasil lolos ke final IBL Indonesia sebanyak dua kali beruntun, yaitu di musim 2014/15 dan musim 2015/16.
Tentunya, PJ juga tak ingin menjadi runner up yang ketiga kalinya di musim 2016/17 ini. PJ memang memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi juara di akhir musim nanti, namun mereka juga perlu mengingat jika mereka harus melakukan pembenahan.
Salah satu kelemahan mereka justru berada dalam kelebihan mereka sendiri. Ya, permainan cepat dari PJ terkadang membuat mereka salah komunikasi, situasi inilah yang membuat tim lawan dapat mengambil momentum (serangan balik) untuk mengalahkan Komink dkk.
Pembenahan ini perlu dilakukan dan juga pastinya tidak membutuhkan waktu yang cepat. Kecuali, lagi-lagi konsisten dan memiliki mental yang kuat menjadi hal utama jika ingin tetap bersaing di kompetisi IBL musim 2017 ini.